Salah satu sesi latihan orkestra GBN bersama konduktor Nathania Karina. Foto: Ditjen Kebudayaan
Salah satu sesi latihan orkestra GBN bersama konduktor Nathania Karina. Foto: Ditjen Kebudayaan

Menyatukan Kebinekaan, Merdu dan Padu ala Gita Bahana Nusantara

Citra Larasati • 12 Agustus 2022 09:00
Depok:  Alunan kontrabas, kibor, drum set, timpani, marimba, glockenspiel, Xylophone, chimes, cymbal, grand cassa, flute hingga saksofon bersahut-sahutan, datang dari sejumlah penjuru ruang di Wisma Kinasih, Tapos Depok, Jawa Barat.  Alunan sejumlah lagu nasional dan daerah pun dimainkan dengan merdu dan padu.
 
Sebanyak 199 peserta yang terdiri dari 68 peserta orkestra dan 131 peserta paduan suara siang itu, Kamis, 11 Agustus 2022 memang sedang berlatih di Pusat Latihan Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara 2022.  Peserta dibagi ke dalam berbagai 'kelas' untuk menjalani pelatihan, penggemblengan dan karantina selama sekitar 14 hari yang sudah dimulai sejak 1 Agustus 2022.
 
Ke-199 putra putri terbaik dari 34 provinsi itu dipersiapkan untuk tampil di dua panggung utama pada Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia, 17 Agustus 2022.  Mereka akan tampil di Istana Presiden saat peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dan Gedung DPR/MPR ketika pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses penggemblengan berlangsung cukup berat dan disiplin.  Para peserta Gita Bahana Nusantara berlatih sejak pagi, siang, bahkan hingga malam hari.  "Pelatihannya bangun pagi sampai malam, sangat berat. Namun kami semangat karena ingin menampilkan yang terbaik untuk Indonesia dan tamu-tamu nanti," kata Hanna Marchyanti Andrianto, peserta perwakilan dari provinsi Jambi saat ditemui di Resort Kinasih, Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Untuk sampai di lokasi pemusatan latihan tersebut, Hanna telah melewati jalan perjuangan panjang.  Mulai dari pendaftaran, hingga seleksi berlapis di sekolah, kabupaten, hingga akhirnya bisa mewakili Provinsi Jambi bersama tiga perwakilan lainnya.
 
"Saya biasanya main piano klasik, akhirnya didaftarkan sama guru untuk ikut menyanyi di Gita Bahana Nusantara.  Waktu itu sedang mengikuti ujian semester, jadi saya sambil belajar untuk ujian, juga berlatih menyanyi," ujar pemilik suara sopran ini.
 
Proses seleksi untuk bergabung di Gita Bahana Nusantara diakui Hanna sangat berat.  Sebab jago menyanyi dan bersuara merdu saja ternyata tak cukup untuk menjadi modal lolos seleksi.
 
"Persyaratan utama itu justru bisa membaca not balok, suara juga harus bagus dan mengerti teknik menyanyi," sebut Hanna.
 
Menyatukan Kebinekaan, Merdu dan Padu ala Gita Bahana Nusantara
Konperensi pers Gita Bahana Nusantara. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
 
Tak hanya dari Jambi, di Wisma Kinasih, Medcom.id juga menemui perwakilan dari Maumere, Nusa Tenggara Timur, Hipolitus Moan Lelo. Pemilik suara bass ini memberanikan diri untuk ikut audisi Gita Bahana Nusantara tahun lalu setelah batal di dua tahun berturut-turut sebelumnya.
 
Sebenarnya Hipolitus sempat mendaftar audisi GBN ke Dinas Pendidikan di 2019, namun karena menemui kendala di hari H pendaftaran, ia pun batal bergabung di tahun itu.  Di tahun berikutnya ia mencoba kembali mendaftar, namun sayangnya terbentur kondisi yang tidak memungkinkan karena pandemi covid-19 baru masuk di Indonesia.
 
"Akhirnya saya menunggu lagi hingga 2021, Puji Tuhan dinyatakan lulus," kata mahasiswa teknik elektro ini.
 
 
Halaman Selanjutnya
  Bisa Membaca Not Balok…
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif