Siswa SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang meraih juara di World Greenmech 2026. DOK
Siswa SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang meraih juara di World Greenmech 2026. DOK

Baru Belajar Coding Setahun, Siswa SD Semarang Ini Sabet Juara di World Greenmech 2026

Renatha Swasty • 09 September 2026 19:33
Ringkasnya gini..
  • Tim Indonesia berhasil menyabet 4 Emas, 5 Perak, dan 10 Perunggu pada kompetisi internasional World Greenmech 2026 di Thailand.
  • SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang mewakili Indonesia dan meraih Juara 4 serta Juara 6 kategori Greenmech Junior Programmer.
  • Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan istri hadir langsung memberikan dukungan serta mengapresiasi pentingnya pembelajaran koding sejak dini.
Jakarta: Keberhasilan tim Indonesia menyabet 4 Emas, 5 Perak, dan 10 Perunggu di ajang World Greenmech 2026 tak lepas dari dukungan sekolah dan orang tua. Siswa berlatih keras didampingi para guru. 

Salah satunya dari SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Sebanyak  dua tim Greenmech Junior Programmer SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang berhasil meraih Juara 4 dan Juara 6. 

Perjalanan SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang di ajang internasional dimulai dari mengikuti kompetisi Greenmech Junior Programmer tingkat regional Jawa Tengah di Semarang pada Januari 2026. Kemudian, dilanjutkan dengan kompetisi nasional di Bandung pada April 2026. 

Kepala Sekolah SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang, Sri Lestari, mengambil keputusan berani mengikuti kompetisi walaupun baru belajar di tahun 2025. Siswa akhirnya bisa mengikuti kompetisi tingkat dunia dan menjadi juara 4 dan 6. 

“Ini semua berkat ketekunan dari anak-anak serta dukungan dari yayasan, guru dan orang tua,” ungkap Tari, sapaan karib Sri Lestari, dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.

Siswa berlatih setiap hari selama satu bulan menjelang kompetisi tingkat dunia. Latihan dipandu oleh dua guru, Ilmi dan Irfan, yang dengan sabar dan tekun terus mendampingi empat anak. 

“Anak-anak sangat giat berlatih, terus mencoba mencapai nilai maksimal,” beber Ilmi.

Dia menuturkan terdapat lima misi yang harus diselesaikan. Ilmi menyebut misi kelima adalah yang paling menantang karena terdapat soal undian yang baru bisa diketahui model soalnya saat kompetisi. 

Sehingga, anak-anak berlatih dengan kemungkinan-kemungkinan soal yang berbeda-beda setiap hari. "Bersyukur anak-anak dapat mencapai nilai yang cukup menggembirakan saat kompetisi walaupun masih perlu banyak belajar,” tutur dia. 
 
Ketua Yayasan Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, sangat mengapresiasi kompetisi yang sangat inovatif ini. Dia menyebut kompetisi robotik ini dapat membentuk generasi masa depan yang saling bekerja sama, kreatif, dan memecahkan masalah dengan cepat. 

“Seharusnya kompetisi seperti ini harus lebih dimasyarakatkan dan mencari pemimpin berkualitas di masa depan harus dimulai antara lain dari kegiatan kompetisi semacam ini,” ujar dia. 

Orang tua dari empat siswa yang ikut kompetisi sangat mendukung anak-anaknya dalam belajar dan berangkat kompetisi internasional. Semua orang tua kompak dan tidak henti-hentinya memberikan semangat bagi anak-anaknya. 

Orang tua siswa yang mengikuti kompetisi, Taj Yasin Maimoen, senang dengan keberhasilan tim putrinya sebagai perwakilan dari Jawa Tengah dan Indonesia. “Saya sangat mendukung diadakannya kompetisi yang dapat mengembangkan kerja sama tim dan keterampilan mental emosional anak-anak dalam menyelesaikan masalah,” ujar Gus Yasin yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Dia berharap kompetisi ini terus berkembang, baik dari jumlah peserta maupun kualitasnya, terutama di Jawa Tengah. “Saya juga berharap kompetisi ini dapat semakin meningkat lagi baik dari jumlah peserta dan kualitasnya terutama di Jawa Tengah yang akan terus dioptimalkan,” ujar dia. 

Gus Yasin menyempatkan diri hadir menyaksikan kompetisi tingkat dunia itu bersama sanga istri Nawal Arafah Yasin. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. 

Nawal yang menyaksikan langsung penampilan tim dari sekolah putrinya sangat terharu dan kagum dengan perjuangan anak-anak Indonesia yang berhasil meraih banyak medali di kompetisi ini. Orang tua memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk mengembangkan kualitas pembelajaran anak-anak melalui kegiatan kompetisi semacam ini. 

Bunda Paud Jawa Tengah itu juga sudah mulai menggerakkan pembelajaran koding sejak usia dini dengan menggandeng Rumah Edukasi untuk memberikan pelatihan bagi Kepala Sekolah Jawa Tengah. 

Dalam kompetisi yang digelar pada 8-9 Agustus 2026 di Thailand itu, tim Indonesia menyabet 4 Emas, 5 Perak, 10 Perunggu, 7 Excellence (Juara 4), 5 Merit (Juara 5), 5 Achievement (Juara 6), dan 12 Juara Harapan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan