World Greenmech 2026 diikuti oleh 398 tim, yang terdiri dari 1.245 siswa-siswi SD, SMP, dan SMA /sederajat dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, Mongolia, India, Taiwan, Hongkong, dan Thailand selaku tuan rumah.
World Greenmech 2026 terdiri atas enam cabang lomba, yaitu Greenmech Basic, Greenmech Advanced, R4M Basic, R4M Advanced, Greenmech Junior Science, dan Greenmech Junior Programmer. Berikut penjelasan masing-masing cabang lomba:
GreenMech
Ini merupakan sebuah kompetisi membuat struktur mekanika Rube Goldberg Machine yang menyenangkan yang menghubungkan berbagai fungsi dari mekanika dan green energy melalui operasi yang kompleks dan kreatif untuk menyelesaikan tindakan yang sederhana.Kompetisi ini menggunakan prinsip saintifik yang mengkombinasikan lima aspek pembelajaran dan perkembangan yang dikenal dengan istilah STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) dan dibagi dalam tiga tingkat, yaitu tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
Tujuan kompetisi ini adalah mendorong semangat kreativitas dan kerja sama tim dalam menyelesaikan masalah melalui brainstorming membuat sebuah konstruksi bangunan mekanika di mana setiap tim terdiri dari 3 sampai 4 siswa/i. Selain itu, menginspirasi peserta menghargai aplikasi saintifik dan mengembangkan pendidikan sains yang kreatif dengan menggabungkan pemikiran kreatif ke dalam struktur bangunan.
Sehingga, peserta dapat mengaplikasikan teori sains dan kreativitas dan dapat mendemonstrasikan hasil dari pendidikan sains yang kreatif.
Robot for Mission (R4M)
R4M adalah sebuah kompetisi merancang robot menggunakan prinsip saintifik berbasis STEAM dan membuat program koding agar robot dapat menyelesaikan misi. Dalam misi kompetisi kali ini adalah memindahkan makhluk hidup di Kebon Pintar.Kompetisi ini untuk menginspirasi kemampuan aplikasi programming dan kreativitas serta melatih teknik manipulasi dan kemampuan menggerakkan robot. Kompetisi ini juga menanamkan semangat kerja sama tim di mana setiap tim terdiri dari maksimal 4 siswa/i.
Setiap siswa/i memiliki peranan masing-masing yang saling membantu menyelesaikan misi tersebut. Setiap tim dibebaskan membuat berbagai macam model robot sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh panitia dan dapat menggunakan berbagai macam perangkat untuk mengoperasikan robot tersebut, seperti smart phone, pads, laptop.
Kompetisi R4M yang inovatif ini merefleksikan kolaborasi human-machine dan membuat kompetisi ini berbeda dengan kompetisi robot lainnya.
Baca Juga :
193 Tim Siswa SD-SMA Adu Skill Robotik dan Koding, Ini Daftar Pemenang Nasional GreenMech 2026
Greenmech Junior Science
Ini adalah sebuah kompetisi membuat dua projek mekanika sederhana yaitu: Mobil menggunakan elastisitas karet dan Pelontar dengan misi menembak spesies berbahaya.Kompetisi Greenmech Junior Science diperuntukkan bagi anak sekolah dasar dan berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari dua siswa.
Greenmech Junior Programmer
Greenmech Junior Programmer adalah sebuah kompetisi merakit robot sederhana dan membuat program (koding) robot tanpa komputer untuk menyelesaikan beberapa misi, yaitu: Restorasi Habitat, Meningkatkan Ekowisata, Menindak Tegas Perburuan Liar Ilegal, Memberantas Spesies Invasif, Mengibarkan Bendera, Memadamkan Api Kebakaran Hutan.Kompetisi Greenmech Junior Programmer ini diperuntukkan bagi Siswa Sekolah Dasar dan berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari dua siswa.
Dalam kejuaran dunia World Greenmech 2023 dan 2025 di Taiwan dan 2024 di Indonesia, tim R4M (Robot for Mission) Indonesia berhasil meraih Juara 1 dunia, tim Greenmech berhasil meraih juara 2 dunia, serta tim Greenmech Junior meraih juara 3 dunia.
Kompetisi Nasional Greenmech diselenggarakan oleh Rumah Edukasi selaku perwakilan World GreenMech Association. Kompetisi ini dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Begitu juga dengan Kompetisi World Greenmech 2024 telah dikurasi oleh Puspresnas. Kompetisi Greenmech di Indonesia bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Tarumanagara Jakarta, Universitas Riau, Universitas Binus, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Pusat Studi STEM UNPAR, STEM Edu Center UNNES serta Perkumpulan Penggiat STEM Indonesia.
Kompetisi ini juga dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang berprestasi yang dicanangkan Pemerintah serta mendukung pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial.
Tim Indonesia diharapkan dapat mengulangi tradisi Emas tim sebelumnya yang meraih juara sejak tahun 2019. Yuk doakan agar siswa-siswi yang bertanding mewakili Indonesia mampu mempersembahkan kado terbaik bagi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda