Anisa Putri Aviana. Foto: UGM
Anisa Putri Aviana. Foto: UGM

Lulus S2 UGM Cuma 1 Tahun dengan IPK 3,99! Begini Kisah Avi Taklukkan Tesis Kemanginya

Citra Larasati • 06 November 2026 13:14
Ringkasnya gini..
  • Avi cetak rekor wisudawan tercepat S2 UGM dengan masa studi 1 tahun 26 hari dan raih IPK 3,99.
  • Mengusung tesis khasiat daun kemangi cegah Parkinson, risetnya langsung digarap sejak semester pertama.
  • Kunci sukses lulus kilat ada pada metode segitiga terbalik untuk menepis kebiasaan menunda tugas.
Jakarta: Menyelesaikan pendidikan pascasarjana dalam tempo singkat bukan hal mustahil. Pembuktian nyata datang dari Anisa Putri Aviana, wisudawati Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Yogyakarta yang dinobatkan sebagai lulusan dengan masa studi tersingkat pada Wisuda Pascasarjana periode 28-29 Oktober 2026 lalu.

Dara yang akrab disapa Avi ini sukses merampungkan Program Studi Magister Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM hanya dalam kurun waktu 1 tahun 26 hari. Torehan tersebut melesat jauh di atas rata-rata masa studi magister pada periode ini yang mencapai 2 tahun 2 bulan.

Tak sekadar kilat, Avi menuntaskan studinya dengan capaian akademik luar biasa: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,99. Menjadi lulusan tercepat sejatinya bukan target utama Avi. Namun, kedisiplinan dan komitmen tinggi menjadi kompas utamanya.

Jauh sebelum resmi melangkah di bangku perkuliahan S2, ia sudah membedah buku panduan akademik guna memetakan seluruh syarat kelulusan, mulai dari beban mata kuliah, alur penelitian tesis, hingga kewajiban publikasi jurnal.

Peta jalan yang matang membantunya langsung tancap gas sejak semester awal. Avi sigap mencari dan mengamankan dosen pembimbing yang linier dengan minat khususnya di bidang neuroscience, sehingga penelitian tesisnya bisa dimulai jauh lebih cepat dari jadwal lazimnya.

Fokus penelitiannya terbilang unik, yakni menakar potensi tanaman herbal daun kemangi sebagai agen neuroprotektif atau pelindung sel saraf. Riset ini dijalankan melalui dua fase komplementer, uji komputasi (in silico) serta eksperimen laboratorium (in vitro) memanfaatkan sel PC12 yang diinduksi rotenon.

“Kemangi memiliki kandungan bioaktif yang dapat melindungi sel saraf kita dari Parkinson, tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut” jelasnya, dikutip dari laman UGM, Jumat, 6 November 2026.
 
Anisa Putri Aviana 3
Anisa Putri Aviana, wisudawati UGM. Foto: UGM


Keberhasilan penulisan tesis Avi juga ditopang oleh bimbingan komunikatif dan suportif dari Prof. drh. Dwi Liliek Kusindarta, M.P., Ph.D., bersama Dr. med. vet. drh. Hevi Wihadmadyatami, M.Sc. Meneliti topik yang berakar dari rasa penasaran dan passion membuat rangkaian eksperimennya terasa menyenangkan.

“Kebiasaan membaca literatur secara konsisten sangat membantu saya dalam proses penulisan maupun penelitian,” ungkap Avi.
 

Meski terlihat mulus, Avi mengakui kendala terbesar justru muncul dari dalam diri sendiri, rasa malas dan jebakan menunda pekerjaan (procrastination). Untuk mendisiplinkan diri, ia mengandalkan strategi "segitiga terbalik".

Lewat formula ini, tujuan besar penulisan tesis dipecah menjadi unit-unit tugas mini yang realistis dieksekusi secara harian. Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, suntikan moral keluarga menjadi energi terbesarnya.

Di balik toga magisternya, Avi mencetak sejarah baru sebagai dokter hewan pertama di keluarganya. Ekosistem kampus yang hangat, mulai dari kawan seangkatan hingga para promotor, kian mempertebal motivasinya menuntaskan target tepat waktu.
 
Anisa Putri Aviana 2
Anisa Putri Aviana bersama keluarga. Foto: UGM


Bagi mahasiswa yang kini tengah bergelut menyelesaikan skripsi maupun tesis, Avi berpesan untuk menghindari jebakan membandingkan progres diri dengan orang lain. Setiap individu memiliki garis waktu dan tantangannya masing-masing.

“Start earlier, plan strategically, and be consistent. Kita harus mau harus mulai dari awal dari langkah kecil, kemudian memikirkan strategi yang cocok, dan konsisten melaksanakan aksinya,” pesannya.

Usai mengantongi gelar magister, Avi membidik target jangka panjang untuk mengabdi sebagai dosen sembari melirik peluang beasiswa studi doktoral (S3). Minatnya mengajar telah tumbuh sejak masa sarjana saat ia dipercaya menjadi asisten praktikum laboratorium.

Meski demikian, Avi tetap membuka diri terhadap berbagai peluang karier profesional lain yang dapat memperkaya rekam jejaknya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan