Penghargaan bergengsi ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan rekam jejak profesionalnya yang gemilang. Bagi Arthur, masa-masa berkuliah di FH Unika Atma Jaya adalah kawah candradimuka yang membentuk karakternya.
Aktif berorganisasi kampus ternyata menjadi fondasi utama kesuksesannya beradaptasi di kerasnya ibu kota. “Saya tinggal dan bersekolah di Bali sebelum pindah ke Jakarta. Saat berkuliah di Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, saya belajar banyak hal dari pengalaman berorganisasi, mulai dari bersosialisasi hingga administrasi, dan pengalaman tersebut membantu saya dalam beradaptasi dengan kultur di Jakarta,” ungkapnya.
Curi Start Sebelum Lulus
Jiwa kompetitif Arthur sudah terlihat sejak di bangku kuliah. Lulus pada 2011 dan resmi diwisuda pada 2012, ia nyatanya sudah curi start meniti karier di Sudjono dan Rekan, sebuah firma hukum besutan alumni Atma Jaya angkatan 1998, bahkan sebelum ia menyelesaikan sidang skripsi.Jam terbangnya terus bertambah melintasi berbagai firma hukum terkemuka, hingga akhirnya ia berlabuh di Sandiva Legal Network. Dipercaya sebagai partner sejak 2019, Arthur kini memegang kendali penuh sebagai Managing Partner sejak 2024. Menariknya, pencapaian puncak bagi Arthur bukan sekadar menangani kasus besar, melainkan mencetak regenerasi pengacara muda yang tangguh.
“Pencapaian terbesar saya adalah ketika berhasil membela klien dan mendapatkan hasil yang dapat memenuhi ekspektasi mereka. Namun, yang paling bermakna bagi saya adalah ketika melihat para associate yang saya bina dapat berkembang, sukses, dan berhasil dalam perjalanan profesional mereka,” tutur Arthur.
Makna Penghargaan dan Bakti untuk Fresh Graduate
Trofi Golden Alumni Award bukan sekadar pajangan bagi Arthur. Ia memandangnya sebagai validasi atas kualitas lulusan kampus yang mampu mendominasi pasar kerja global sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang masih berjuang di bangku kuliah.“Menurut saya, Golden Alumni merupakan suatu penghargaan yang prestigious karena menunjukkan dan membuktikan bahwa alumni Atma Jaya berkualitas dan berdampak di marketplace. Penghargaan ini juga dapat menjadi pemicu, khususnya bagi mahasiswa baru, untuk memilih karier berdasarkan prestasi gemilang para alumninya,” ujar Arthur.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua ILUNI FH, Arthur membawa misi penting: membangun jembatan emas antara fakultas dan alumni baru yang kerap kebingungan menavigasi awal karier mereka.
“Menurut saya, alumni adalah perpanjangan tangan dari fakultas, karena setelah fakultas membimbing mahasiswa selama masa perkuliahan, alumni dapat melanjutkan peran tersebut setelah mereka memasuki dunia profesional, terutama dengan berbagi ilmu dan pengalaman kepada alumni yang baru lulus. Saya berharap para alumni tidak pelit dalam berbagi ilmu dan pengalaman, karena biasanya alumni yang baru lulus masih belum tahu harus ke mana dalam mengembangkan kariernya secara profesional. Di situlah ILUNI FH UAJ hadir untuk membantu para alumni baru,” jelas Arthur.
Sebagai penutup, sosok inspiratif ini memberikan "cheat code" bagi para mahasiswa aktif yang ingin sukses menembus kerasnya dunia profesional di masa depan.
“Harapan saya untuk mahasiswa adalah banyak berteman dan sebisa mungkin berorganisasi, jangan malu bertanya, serta manfaatkan alumni untuk berbagi pengalaman dan ilmu,” pesannya.
Kisah Arthur Wailan Sanger menjadi cetak biru bagaimana sebuah kampus tak sekadar menelurkan lulusan bernilai akademik tinggi, namun juga melahirkan ekosistem pendukung yang kuat. Golden Alumni Award dari FH Unika Atma Jaya menjadi simbol nyata dari dedikasi tiada henti untuk merangkai sukses lintas generasi.