Lulusan Doktor Termuda UGM Yesita Vera Saraswati . DOK UGM
Lulusan Doktor Termuda UGM Yesita Vera Saraswati . DOK UGM

Raih IPK 3,99 di Usia 27 Tahun, Yesita Dinobatkan Jadi Lulusan Doktor Termuda UGM!

Renatha Swasty • 28 Juli 2026 21:03
Ringkasnya gini..
  • Yesita Vera Saraswati menjadi lulusan doktor termuda UGM di usia 27 tahun dengan IPK 3,99 usai menempuh studi 3 tahun 9 bulan.
  • Lewat program PMDSU, ia meneliti perbaikan mutu genetik ayam lokal untuk mendukung penyediaan protein hewani nasional.
  • Bercita-cita menjadi akademisi sejak SMA, Sita berhasil menyelesaikan riset rumit sembari memanajemeni tim puluhan mahasiswa S1-S2.
Jakarta: Perjalanan Yesita Vera Saraswati menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) selama 3 tahun 9 bulan 10 hari berbuah manis. Dia lulus dengan meraih IPK 3,99 dan menyandang predikat Cum Laude di usia 27 tahun 10 bulan 8 hari hingga dinobatkan sebagai lulusan termuda pada wisuda program pascasarjana UGM pada Rabu, 23 Juli 2026. 
 
Rerata usia 90 lulusan Program Doktor termasuk satu warga negara asing, serta 19 lulusan periode sebelumnya adalah 42 tahun 6 bulan 16 hari. Perjalanan yang ditempuh oleh gadis asal Klaten ini untuk meraih gelar Doktor tidaklah mudah. 
 
Selama menyelesaikan studi, dia banyak menghabiskan emosi, energi, dan tenaga sehingga perjuangan tersebut tidaklah mudah. “Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus,” ungkap Sita dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 28 Juli 2026.

Sita mengaku selama melakukan penelitian disertasi yang harus dilakukan di lapangan, ia juga  meng-handle sekitar 70-80 mahasiswa S1 dan S2 yang dikelola sejak awal ia masuk tim sampai sekarang. “Dinamikanya tidak hanya pada diri saya sendiri, tetapi bagaimana saya melakukan manajerial tim dari berbagai laboratorium, sementara di sisi lain saya juga harus tetap menyusun disertasi untuk keperluan studi pribadi saya,” kata dia.
 
Program doktor yang Sita jalani ini merupakan program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Sebelumnya, tidak terlintas dalam pikiran Sita  melanjutkan studi melalui program ini, sebab pada waktu itu masih masa pandemi. 

Teliti potensi genetik ayam lokal

Sita menuntaskan studi dengan disertasi berjudul “Studi Karakteristik Eksterior dan Genetik Ayam Lokal dan Persilangannya”. Fokus penelitiannya mengenai pembentukan ayam lokal Galur Baru.
 
Dalam riset ini, Sita dan tim melihat potensi genetik dari ayam-ayam lokal di Indonesia yang saat ini ada segmen pasar tersendiri yang bisa dimanfaatkan. Sebab, bisa menjadi salah satu sumber protein hewani dibandingkan dengan daging lain. 
 
Sehingga, ke depan mampu membantu program pemerintah dalam menyokong kebutuhan protein hewani di Indonesia. “Jadi kami berusaha untuk melakukan perbaikan mutu genetik ayam lokal melalui persilangan dan seleksi sampai saat ini sudah mencapai generasi kelima,” jelas dia. 
 
Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan hilirisasi untuk dikomersialisasikan di masyarakat. Sita mengaku penelitian tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. 
  Raih IPK 3,99 di Usia 27 Tahun, Yesita Dinobatkan Jadi Lulusan Doktor Termuda UGM!
Lulusan Doktor Termuda UGM Yesita Vera Saraswati. DOK UGM
 
Data penelitian yang sangat banyak serta berbagai trial and error yang terjadi merupakan kesulitan yang harus dihadapi selama masa penelitian. Ia mengungkapkan proses pengambilan data juga cukup panjang. 
 
Sita dan tim harus mengawinkan dan menyilangkan ayam, memeliharanya sampai umur sekitar 32 minggu, lalu mengawinkannya kembali untuk generasi selanjutnya. Proses dari telur hingga ayam dewasa ini dilakukan sampai generasi kedua untuk kebutuhan datanya. 
 
Selain itu, tantangan lainnya adalah manajerial tim dari berbagai minat lain, seperti daging, telur, susu, dan nutrisi yang turut diambil datanya. “Jadi saya bisa belajar bagaimana memanajemen waktu sekaligus orang-orang yang bergabung di dalam tim, sembari juga tetap menjalin relasi dan mencari pendanaan dan sebagainya,” ungkap Sita.
 
Selama menempuh studi doktor ini, Sita tak hanya menjalankan kuliah saja. Banyak penelitian dan kegiatan sosial, seperti organisasi di kampus, turut dijalankan secara bersamaan. Dari menghasilkan publikasi dan hak cipta dalam bentuk poster hingga mengikuti kegiatan kesenian seperti karawitan dilakukan selama ia menjadi mahasiswa pascasarjana. 
 
“Bagi saya, di samping studi, kita harus tetap menjalin relasi sosial yang baik dengan orang lain dan menyeimbangkan kesenangan agar hidup tetap seimbang,” ungkap dia.

Bercita-cita menjadi pengajar

Ke depan, Sita ingin menjadi akademisi atau dosen. Ia mengungkapkan keinginan ini telah muncul sejak SMA. Sebab, di lingkungan kampung halamannya banyak anak kecil dan ia senang mengumpulkan dan mengajak mereka untuk belajar bersama. 
 
Dari situ lah keinginannya untuk menjadi pengajar tumbuh. Ia berharap setelah mendapat gelar doktor ini, ia dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mampu menjaga integritas dan loyalitas saat mendaftar menjadi dosen, serta terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. 
 
“Bagi saya, pembelajaran tidak akan pernah putus meskipun sudah menyelesaikan jenjang S3,” ujar Sita.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan