Director of Construction MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina. Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Director of Construction MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina. Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang

Bos MRT Spill 3 Rahasia Sukses Project Management buat Mahasiswa

Bramcov Stivens Situmeang • 02 September 2026 12:10
Ringkasnya gini..
  • Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina membagikan tiga faktor utama keberhasilan proyek MRT Jakarta.
  • Tiga faktor tersebut yakni aligning ecosystem, managing the risk dynamically, dan building capacity.
  • Ketiganya dinilai menjadi fondasi dalam menciptakan project management yang transformatif.
Jakarta: Director of Construction MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina membagikan tiga hal yang menjadi kunci dalam menyelesaikan sebuah proyek besar. Weni menyebut masih banyak critical success factor lain yang dapat menentukan keberhasilan proyek, tetapi ia merangkumnya menjadi tiga hal utama.

Hal tersebut disampaikan Weni dalam Sharing Session and Panel Discussion bertajuk The Transformative Role of Project Management di BINUS University Senayan. Dalam kesempatan itu, Weni membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai pengelolaan proyek, khususnya yang berkaitan dengan project management.

Aligning Ecosystem

Weni mengatakan faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah aligning ecosystem. Menurutnya, sebuah proyek membutuhkan ekosistem yang solid dengan menjaga hubungan bersama stakeholders dan mitra yang terlibat.

"Terakhir mungkin dari saya closing remarks jadi dalam menyelesaikan project seperti ini tentunya mungkin sebetulnya banyak lagi item critical success factor-nya namun kalau kami boleh ringkas gitu ya yang pertama tentunya adalah aligning ecosystem. Jadi tentu membentuk ekosistem yang solid, yang betul, baik dari sisi stakeholders kita harus jaga, kemudian dari sisi mitra kita jaga, dan juga bagaimana men-interfacing, colaborating itu perlu kita siapkan yang utuh," ungkap Weni di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Weni, aligning ecosystem menjadi salah satu fondasi dalam menyelesaikan proyek. Hal ini dilakukan dengan membentuk ekosistem yang solid, baik melalui hubungan dengan stakeholders maupun mitra.

Selain menjaga hubungan dengan pihak yang terlibat, proses interfacing dan collaborating juga perlu disiapkan secara menyeluruh. Dengan begitu, setiap bagian dari ekosistem proyek dapat saling terhubung dalam menjalankan perannya.

Weni kemudian menyebut pengelolaan risiko secara dinamis serta pembangunan kapasitas sebagai dua faktor lain yang tidak kalah penting. Ketiganya menjadi rangkuman Weni dalam mendukung terwujudnya project management yang transformative.
 

Managing the Risk Dynamically

Faktor berikutnya adalah managing the risk dynamically. Weni mengatakan perubahan dapat terjadi setiap hari dalam sebuah proyek sehingga risiko yang muncul juga dapat ikut berubah.

Karena itu, project control dan monitoring perlu diperkuat. Ia menilai manajemen risiko menjadi hal penting dan mendapat penekanan dalam pengelolaan proyek di MRT Jakarta.

"Kemudian managing the risk dynamically, tentu setiap hari ada perubahan. Jadi risiko-risiko ini juga pasti akan mengikut, project control dan monitoring harus kuat, dan ini memang menjadi penekanan kami, khususnya di MRT Jakarta, manage the risk, manajemen risiko juga penting," beber dia.

Building Capacity

Selain membangun ekosistem dan mengelola risiko, Weni mengatakan building capacity perlu terus dijaga. Building capacity mencakup pengembangan dari sisi sumber daya manusia maupun knowledge management.

Menurut Weni, kapasitas itu dibutuhkan agar seluruh lingkungan yang berkaitan dengan construction management dan project management dapat terus berjalan dengan baik. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi lesson learned sehingga setiap pihak dapat terus berkembang.

"Kemudian terakhir mungkin building capacity, jadi sustaining capacity baik itu dari sisi SDM kita maupun dari knowledge management kita. Sehingga seluruh environment terkait construction management terkait project management-nya itu bergulir dengan baik menjadi lesson learn dan perannya semua akan bisa grow, yaitu berhubungan bersama dan menghasilkan sebuah project management yang transformative tadi," beber Weni.

Ketiga faktor tersebut menjadi rangkuman Weni mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan sebuah proyek. Aligning ecosystem, managing the risk dynamically, dan building capacity dinilai menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menghasilkan project management yang transformative.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan