Pesan tersebut disampaikan Irene dalam sesi MODB Innovation Talks yang menjadi penutup rangkaian Master of Design BINUS (MODB) 2026 bertajuk The First Wave Convergence of Design. Dalam kesempatan itu, Irene turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya hingga dipercaya menjabat sebagai Wamenkraf.
Irene mengaku masih mengingat pesan dari CEO tempatnya pernah bekerja ketika awal memulai karier. Saat itu, ia didorong untuk tidak ragu mengajukan pertanyaan apa pun, termasuk pertanyaan sederhana yang mungkin dianggap bodoh oleh orang lain.
"Even you tau itu mistake, tapi kamu pengen tau kan? Ini sebenarnya mistake atau gak sih gitu loh. Mungkin besoknya diomelin tapi besoknya lagi you know," ungkap Irene di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut Irene, keberanian untuk bertanya perlu dibangun sejak berada di lingkungan kampus. Dengan begitu, mahasiswa dapat terbiasa berpikir kritis dan menggali pengetahuan tanpa dibayangi rasa takut akan penilaian orang lain.
"You know, pas waktu masuk, aku ingat banget sih, CEO aku cuma bilangin ke aku satu hal. Jadi anak-anak be as curious as you want to, ask as many stupid questions as you want to, if no one answer you just come and ask me," jelas dia.
Baca Juga :
Unjuk Gigi Talenta Muda, MODB 2026 Jadi Panggung Mahasiswa S2 BINUS Pamerkan Karya Tesis
Irene berharap semua kampus, termasuk BINUS dapat menjadi ruang aman atau safe space bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai pertanyaan. Ia menegaskan tidak ada pertanyaan yang bodoh, melainkan orang yang terkadang memilih tidak bertanya karena takut dianggap melakukan kesalahan.
"Sampai hari ini aja aku, tanya aja ke orang-orang kementerian, aku masih banyak kebanyakan nanya pertanyaan bodoh di government. But for me, it's oh my God at least people can laugh at me today, tomorrow, and go a bit more, bukan show-off sih, tapi at least I'm more knowledgeable," beber Irene.
Selain keberanian bertanya, Irene juga menilai kampus perlu menjadi ruang sandbox bagi mahasiswa untuk berinovasi. Menurutnya, terdapat empat prinsip yang dapat diterapkan dalam ruang tersebut.
Collide Ideas
Mahasiswa didorong untuk mempertemukan berbagai bidang ilmu, seperti DKV, arsitektur, bisnis, dan teknologi. Pertemuan lintas disiplin tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan baru.Fail Test
Kegagalan perlu dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai akhir dari sebuah proses. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengambil pelajaran dari setiap percobaan yang dilakukan.Ideate Free
Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide tanpa batasan. Ide tersebut dapat dikembangkan sebebas mungkin sesuai dengan eksplorasi yang dilakukan.Iterate Boldly
Proses inovasi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pembuatan prototipe, pengujian, perbaikan, dan pengulangan. Di akhir sesi, Irene berpesan agar mahasiswa tidak terlalu terpaku pada satu ide atau rancangan tertentu.Menurutnya, mahasiswa perlu tetap berpegang pada niat dan tujuan awal, meski arah sebuah proyek dapat berubah selama prosesnya. Ia menegaskan perubahan tersebut tetap dapat dilakukan selama proyek berada di jalur yang benar dan tidak melanggar aturan.
"Terakhir ya, kita nggak mungkin segala sesuatu yang kita lakukan pasti bisa kan? Sesuatu mungkin ada, don't get married to your ideas, don't get married to your designers. Tapi get married to your intention and purpose and make sure that no matter what happens, you make it happen," pesan Irene.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda