“Inovasi QThink X lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Petani punya hasil panen berkualitas tetapi minim akses pasar global, sementara pembeli luar negeri butuh kepastian data ketertelusuran produk. Platform ini memangkas kesenjangan tersebut,” ujar Wisudawan program International Business Management–International Class Universitas Ciputra Surabaya itu, Senin, 2 November 2026.
Dalam kurun satu tahun, QThink X telah menjangkau dua pembeli internasional, dengan transaksi tujuh kali ke Italia dan satu kali ke Uni Emirat Arab. Platform ini dikembangkan untuk menjembatani kebutuhan petani dalam mengakses pasar global dengan kebutuhan pembeli akan informasi asal-usul, mutu, dan ketersediaan kopi.
Perjalanan bisnisnya juga mencakup Kazakopi, usaha roastery yang melayani pasar lokal, serta Essuco, produk body scrub berbahan ampas kopi yang mengolah material sisa menjadi produk bernilai jual.
Aryasetya Kanaka Dumadi, wisudawan program International Business Management–International Class Universitas Ciputra Surabaya. DOK Universitas Ciputra
Pengalaman tersebut tumbuh seiring pembelajaran bisnis yang dijalani selama kuliah. Termasuk, melalui mata kuliah berbasis proyek, pembelajaran ekspor-impor, dan pengalaman magang di perusahaan asuransi ekspor.
Aryasetya juga mengangkat QThink X sebagai fokus skripsinya. Dia meneliti faktor-faktor yang berkaitan dengan niat petani kopi skala kecil untuk mengadopsi platform ketertelusuran.
Kisah Aryasetya sejalan dengan tema wisuda Universitas Ciputra tahun 2026, “Innovating Humanity Through Entrepreneurial Leadership”: kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada solusi dan manfaat bagi masyarakat.
Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Wirawan E.D. Radianto, mengatakan lulusan perlu mampu menciptakan nilai dan menjawab kebutuhan nyata di tengah perubahan dunia kerja. “Baik sebagai profesional maupun entrepreneur, semangat entrepreneurship harus menjadi bekal untuk terus menciptakan nilai, menangkap peluang, dan menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Wirawan.
Sebesar 90 persen wisudawan Universitas Ciputra tahun 2026 dilaporkan telah memperoleh pekerjaan atau menjalankan bisnis sebelum lulus. Capaian ini mencakup lulusan yang berkarier sebagai profesional, membangun usaha, maupun meneruskan bisnis keluarga.