Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta. Henri Togar Hasiholan. Foto: Medcom.id/Adinda Kinanthi
Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta. Henri Togar Hasiholan. Foto: Medcom.id/Adinda Kinanthi

Pesan Kepala LLDikti III di Wisuda Trisakti: Teori Kuliah Bakal Diuji Realitas Kerja

Citra Larasati • 31 Oktober 2026 14:35
Ringkasnya gini..
  • Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan mengingatkan lulusan Universitas Trisakti untuk adaptif menghadapi perubahan dunia kerja.
  • Wisudawan Trisakti didorong menerapkan prinsip learn, unlearn, and relearn agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
  • Henri mengapresiasi Universitas Trisakti dalam mencetak SDM unggul serta mengingatkan lulusan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Jakarta: Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III mengingatkan para lulusan Universitas Trisakti untuk terus mengembangkan diri dan beradaptasi menghadapi dinamika dunia kerja. Wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan baru untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan pada acara Wisuda Universitas Trisakti Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyebut wisuda sebagai momen transisi dari kehidupan perkuliahan menuju dunia profesional. Setelah menyandang status alumni, para lulusan akan menghadapi tanggung jawab yang lebih besar, baik terhadap diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

"Teori-teori yang dulu dipelajari di ruang kuliah akan diuji langsung oleh realitas zaman yang menuntut kecepatan, ketangkasan, serta integritas dalam bertindak," ujarnya.

Ia menilai perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademis. Institusi pendidikan juga perlu memastikan kompetensi yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, kampus mitra Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) Medcom ini telah menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi, mempertahankan kualitas akreditasi, serta terus melakukan inovasi dalam tata kelola kelembagaan.

Lulusan Bermental Tangguh

Gelar akademik yang diperoleh para wisudawan merupakan hasil dari ketekunan, kedisiplinan, dan pengorbanan selama menempuh pendidikan. Namun, ijazah bukan satu-satunya penentu keberhasilan seseorang di masa depan.

Kapasitas untuk terus belajar, menjaga integritas dalam bekerja, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan profesional.
 
Wisuda trisakti foto adinda
Wisuda Universitas Trisakti. Foto: Medcom/Adinda Kinanthi

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja membutuhkan individu yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga mampu menghadapi krisis dan memiliki mental tangguh. Para lulusan didorong menerapkan prinsip learn, unlearn, and relearn, yakni terus belajar, meninggalkan pemahaman lama yang sudah tidak relevan, serta mempelajari kembali hal-hal baru sesuai perkembangan zaman.

"Insan Universitas Trisakti harus menjadi insan yang adaptif, tidak kaku pada kemapanan teori, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah dengan mentalitas pembelajar sepanjang hayat," tutur Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, Henri Togar Hasiholan Tambunan, di JCC, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia berharap para wisudawan menjadikan ijazah yang diterima sebagai batu loncatan untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta kemanusiaan. Melalui kesempatan ini, Kepala LLDikti Wilayah III turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan dosen Universitas Trisakti atas dedikasi dalam menjaga relevansi kurikulum dan kualitas institusi di tengah perubahan ekosistem pendidikan tinggi.

Ia menyebut LLDikti Wilayah III mencatat kontribusi Universitas Trisakti dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di Jakarta.

Wisudawan diharapkan selalu mengingat dukungan keluarga yang telah mengantarkan mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Keberhasilan meraih gelar akademik tidak pernah menjadi pencapaian yang diraih seorang diri.

"Tidak ada gelar yang diraih sendirian. Di dalamnya ada doa yang tidak putus dan perjuangan yang diusahakan agar saudara bisa mengenakan toga pada hari ini," ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan para wisudawan dapat menjadi bentuk bakti kepada orang tua sekaligus motivasi untuk terus belajar menjadi representasi terbaik bagi Universitas Trisakti dan bangsa Indonesia.

(Adinda Kinanthi)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan