Jakarta: Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengizinkan perkuliahan tatap muka di tengah pandemi covid-19. Namun, kebijakan itu hanya berlaku bagi mahasiswa yang mengambil bidang ilmu eksakta, seperti teknik atau kedokteran.
"Untuk eksakta itu bisa tatap muka, ada prosedur itu menggunakan lab itu dipersilakan masuk," kata Rektor UMI, Basri Modding dalam siaran instagram osc_medcom, beberapa waktu lalu.
Basri menekankan, UMI menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi mahasiswa yang hendak masuk kampus. UMi mewajibkan syarat rapid test dengan hasil negatif bagi seluruh sivitas yang akan masuk dalam lingkungan kampus.
"Kalau masuk lab itu dia harus rapid dulu, dan juga minta izin orang tua. Jadinya kita tetap jalan meskipun pandemi," sebut dia.
Baca: UMI Berikan Beasiswa Khusus Pelajar di Desa Binaan
Dia menyampaikan hal itu adalah bukti jika UMI mampu menyelenggarakan pendidikan di tengah pandemi. Termasuk, jika kemudian pembelajaran di tengah pandemi akan berlangsung dengan metode blended learning atau campuran.
Basri menyebut, pembelajaran daring akan bertahan lama. Dia mengatakan covid-19 bisa membawa peralihan pendidikan.
"Ini bisa jadi peralihan, siapa tahu nanti kalau sudah PTM nanti banyak mahasiswa minta daring karena lebih efesiensi biaya, lebih nyaman atau apa," tuturnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan