Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Hendropriyono Sebut Peserta 'People Power' Massa Ompong

Pemilu kasus makar pilpres 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Mei 2019 04:27
Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebut massa yang ikut dalam 'People Power' nanti adalah massa ompong. Sebab, sebagian peserta yang ingin ikut aksi sudah sadar dan kembali ke jalan konstitusi.
 
"Kekuatan massanya sudah mulai ompong, yaitu massa yang terdiri dari sebagian mantan HTI, sebagian mantan 212, mantan GNPF Ulama, karena sudah ada yang ikut sama kita di sini," kata Hendro dalam Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia, di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Selain itu, menurut Hendro, partai politik pendukung kubu 02 juga menolak aksi tersebut karena tidak sesuai konstitusi. Begitu juga dengan PAN yang sebagian kadernya mulai menentang aksi 'People Power' tersbeut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian PKS, itu juga saya amati sudah banyak yang sadar negara ini mau dibawa kemana," kata dia.
 
(Baca: PBNU Minta Warga Nahdliyin Tak Ikut 'People Power')
 
Menurut Hendro, para elit yang berteriak lantang akan bergerak pada 22 Mei 2019 nanti memiliki massa ompong. Dia mengantongi identitas massa yang akan turun aksi.
 
"Massa yang sekarang bergerak hanya mantan 212, FPI, barisan sakit hati," ucapnya.
 
Hendro menyebut massa aksi 'People Power' adalah barisan sakit hati. Dalam hal ini, mereka yang tidak mau mengalah dengan yang muda dan rela melakukan apapun demi nama serta jabatan.
 
"Yang tadinya pejabat, dicopot enggak mau, bekas menteri dicopot, masa sampai segitunya, sudahlah, gantian sama yang muda," kata Hendro.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif