Ketua MK Anwar Usman memberikan sambutan pada acara halalbihalal pasca-libur Lebaran di lobi utama depan ruang sidang pleno 2 gedung MK, Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
Ketua MK Anwar Usman memberikan sambutan pada acara halalbihalal pasca-libur Lebaran di lobi utama depan ruang sidang pleno 2 gedung MK, Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

MK Tampung Kritikan

Pemilu mahkamah konstitusi gugatan ke mk pilpres 2019
Fachri Audhia Hafiez • 10 Juni 2019 17:30

Jakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman siap menampung kritik dan saran dari berbagai pihak jelang sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden (Pilpres). Kritik diharapkan membantu kinerja positif MK ke depan.

"Kritikan, masukan itu obat bagi kami semua, untuk para hakim, sekjen dan stafnya, serta panitera dan seluruh perangkat pengadilan," kata Anwar di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.

Anwar juga menjamin tidak akan terganggu dengan upaya pihak-pihak yang menekan MK melalui media sosial. Anwar turut menepis anggapan bahwa ia tunduk kepadaseseorang.

Hal ini terkait dengan foto Anwar Usman bersalaman dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ramai beredar di media sosial.Foto tersebut merupakan momen Presiden Jokowi menghadiri pengucapan sumpah atau janji Anwar Usman sebagai hakim konstitusi di Istana Negara Jakarta, Kamis, 7 April 2016.

Baca juga:Pertimbangan MK Memutus Sengketa Pemilu
 
"Jadi tidak ada kaitannya dengan, misalnya saya berjabat tangan dengan siapa pun, lalu saya tunduk.Enggaklah," tegasAnwar.

Ia juga memastikan pihaknyatak akan terpengaruh dengan berbagai upaya yang mengintervensi MK. Anwar juga menjaminakan istikamah menangani rangkaian sidang PHPU Pilpres maupun Pileg.

"Kami hanya tunduk, nah ini mohon dicatat, hanya tunduk pada konstitusi dan hanya takut kepada Allah SWT," tegas Anwar.

Informasi yang dihimpunMedcom.idmelalui lamanmkri.id, sebanyak 329 permohonan PHPU untuk tingkat DPR/DPRD telah terdaftar. Kemudian permohonan tingkat DPD sebanyak 10 telah terdaftar dan tingkat presiden/wakil presiden hanya satu perkara.


 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif