Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ANT/Irwansyah Putra.
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ANT/Irwansyah Putra.

Ahli Hukum: Prabowo Akan Kalah di MK

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 23 Juni 2019 17:27
Jakarta: Ahli hukum tata negara Bivitri Susanti menilai kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan kalah dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalil dan saksi kubu Prabowo-Sandiaga dinilai tidak berhubungan dengan gugatan.
 
"Terus terang saja kalau saya lihat sangat kurang (dalil dan bukti). Jadi memang kalau waktu disampaikan dari awal kesannya iya (kalah)," kata Bivitri di Upnormal Coffe, Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Juni 2019.
 
Baca: 47 Ribu Personel Gabungan Jaga Jakarta Saat Putusan MK

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bivitri menilai sepanjang sidang kubu Prabowo-Sandiaga tak bisa membuktikan dugaan kecurangan yang disebut secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) itu. Bukti yang dipaparkan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu dinilai imajinatif.
 
Dalil dan bukti kubu pemohon, kata Bivtri, tak akan bisa meyakinkan majelis hakim MK. Majelis hakim butuh fakta yang terjadi di lapangan ketimbang khayalan.
 
"Hakim itu menyusun puzzle jadi misalnya puzzle-nya beberapa kurang jelas mereka tidak akan teryakinkan," ujar Bivitri.
 
Kubu Prabowo juga dinilai tidak bisa membuktikan kecurangan suara yang ada dalam form C1. Beberapa saksi yang ditampilkan cenderung mempermasalahkan sistem informasi penghitungan suara (situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
Padahal, lanjut Bivitri, situng bukan hal yang perlu dipermasalahkan dalam PHPU di MK. Situng, tentunya tidak bisa mengubah hasil.
 
"Padahal sudah dikatakan betul bahkan diklarifikasi hakim sendiri bahwa situng bukan penetapan hasil pemilu karena penetapan itu berdasarkan penghitungan manual berjenjang bukan situng," jelas Bivitri.
 
Kubu Prabowo dinilai membuat kesalahan saat menghadirkan salah satu saksi berstatus tahanan kota. Saksi itu juga berbohong kepada Kejaksaan Tinggi terkait izinnya meninggalkan kota.
 
"Dengan itu saya lihat pemilihan saksinya belum maksimal, dan kemudian ternyata ada yang terdakwa juga berbohong kepada hakim dengan izinnya," ucap Bivitri.
 
Menurut Bivitri, bukti yang disampaikan kubu Prabowo-Sandiaga hanya kesalahpahaman biasa di lapangan. Kesalahpahaman itu hanya perlu klarifikasi dari KPU atau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
"Mungkin memang ada pelanggaran nih, kemudian Bawaslu memberikan keterangan itu sudah ditindaklanjuti (masalah selesai)," kata Bivitri.
 
Baca: Sidang MK Dinilai Jadi Panggung Politik
 
Hasil sidang sengketa Pilpres 2014 dinilai akan terulang. Bivitri yakin Prabowo tak akan menang di MK.
 
"Kalau dilihat dari keutuhan proses tidak hanya saat saksi memberikan keterangan tapi sampai proses verifikasi, kalau saya sendiri melihatnya belum (bisa memenangkan)," tegasnya.
 



 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif