Polisi menggiring BBP (tengah), tersangka kasus berita hoax saat Rilis berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.
Polisi menggiring BBP (tengah), tersangka kasus berita hoax saat Rilis berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.

PKS: Penyebar Hoaks Catut Nama Prabowo

Pemilu surat suara pemilu surat suara hoax
Whisnu Mardiansyah • 10 Januari 2019 11:49
Jakarta: Wakil Majelis Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid membantah penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos adalah relawan calon presiden Prabowo Subianto. Pelaku dianggap hanya mengaku-ngaku bagian dari relawan.
 
"Menurut saya sih layak apabila BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi memperkarakan yang bersangkutan karena dia sudah mencatut nama dan mengaitkan dengan BPN Prabowo-Sandi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019.
 
Anggota Dewan Pengarah BPN itu menegaskan pasangan nomor urut 02 tidak mengakui adanya relawan mengatasnamakan koordinator nasional relawan Prabowo-Sandi. Hal itu pun sudah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi lembaga itu tidak dikenal dalam BPN Prabowo-Sandi dan karena itu jadi harus dipertanyakan," ujar Hidayat.
 
Menurut dia, siapa pun pelakunya, tindakan menebar hoaks tidak bisa dibenarkan. Apalagi, kata Hidayat, hoaks itu terkait informasi Pemilu 2019. "Saya sendiri tegas menyampaikan bahwa tidak boleh ada informasi menyesatkan semacam itu," pungkas dia.
 
Baca: TKN Duga Masih Ada Aktor Intelektual Hoaks Surat Suara
 
Sebanyak empat pelaku hoaks surat suara tercoblos ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Satu di antaranya adalah Bagus Bawana Putra (BBP), sang pembuat konten.
 
Hoaks disebarkan BBP melalui Twitter untuk menarik simpati masyarakat. Ia kemudian menutup akun. Barang bukti ponsel yang dipakai beserta kartu di dalamnya lalu dibuang. BBP lalu keluar dari Jakarta.
 
"Pelaku ditemukan di wilayah Sragen, Jawa Tengah," ucap Kasubdit I Dittipid Siber Kombes Dani Kustoni di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif