Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Romahurmuziy. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Romahurmuziy. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Obor Rakyat Diminta Tak Kampanye Hitam Lagi

Pemilu obor rakyat pilpres 2019
Fachri Audhia Hafiez • 11 Januari 2019 02:19
Jakarta: Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Romahurmuziy (Rommy) merespons kabar rencana penerbitan kembali tabloid Obor Rakyat. Bila memang benar, Rommy mengingatkan Obor Rakyat tak menyebarkan kampanye hitam lagi seperti Pilpres 2014.

"Obor Rakyat agar mengakhiri apa yang dulu pernah dilakukannya lagi dan lagi. Kampanye hitam itu jangan pernah diulangi lagi," kata Rommy di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019.

Rommy mengatakan, efek berita bohong terhadap Jokowi yang dibuat Obor Rakyat pada 2014 masih terasa hingga saat ini. Ia pun mengaku heran soal wacana kembali terbitnya tabloid Obor Rakyat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Jadi apa enggak kapok-kapok setelah memproduksi Obor Rakyat dan kemudian mendapatkan pidana atas tersebarnya hoaks dan ujaran kebencian itu," ujar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Kabar rencana penerbitan kembali Tabloid Obor Rakyat diungkapkan oleh pemimpin redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono. Ia menyebut saat ini tim redaksinya sedang melakukan investigasi

Tabloid Obor Rakyat pernah dilaporkan oleh tim kampanye Jokowi-Jusuf Kalla pada Juni 2014. pelaporan buntut dari artikel berjudul '1001 Topeng Jokowi' yang dinilai berisi fitnah.

Setiyardi dipidana akibat artikel tersebut lantaran terbukti telah melakukan pencemaran nama baik. Selain Setiyardi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga memvonis penulisnya, Darmawan Sepriyosa. Keduanya divonis delapan bulan penjara.

Setiyardi dan Darmawan kini sedang menjalani masa cuti bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terhitung mulai Januari 2019 hingga 8 Mei 2019.


(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi