Kubu Jokowi Tak Peduli Hasil Survei Median

M Sholahadhin Azhar 28 November 2018 13:21 WIB
Jokowi-Ma`ruf
Kubu Jokowi Tak Peduli Hasil Survei Median
Abdul Kadir Karding--Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta:Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) tak memusingkan survei Media Survei Nasional (Median). TKN akan menggenjot kampanye untuk mendongkrak elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pilpres masih lima bulan dan cukup banyak waktu untuk membangun satu narasi yang bisa menaikan elektabilitas Pak jokowi," kata Wakil Ketua TKN-KIK Abdul Kadir Karding saat dihubungi, Rabu, 28 November 2018.


Ia menyebut survei Median yang menempatkan elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen, tak dijadikan patokan baku. Sebab, TKN optimistis petahana bisa mereguk persentase lebih. Ada kinerja nyata selama empat tahun terakhir yang menjadi andalan.

"Dia (Jokowi) memiliki track record yang baik dibandingkan calon yang lain," sebut Karding.

Menurutnya, prestasi Jokowi selama memimpin bisa dibilang paling sukses diantara presiden-presiden sebelumnya. Karena hanya di era Jokowi-Jusuf Kalla, pembangunan pinggiran tanah air digencarkan. Infrastruktur digenjot habis-habisan guna memfasilitasi gerak roda ekonomi.

Selain itu, Karding menyebut capaian di bidang kesejahteraan sosial sangat dirasakan oleh masyarakat. Karakteristik Jokowi yang terkesan tak berjarak dengan masyarakat juga dinilai sebagai modal penting.

Baca: Survei Median: Jokowi Lebih Disukai Ketimbang Prabowo

Pun demikian, Karding tak menampik ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Misalnya sosialisasi masyarakat tentang kinerja petahana. Ia mengakui bahwa pembangunan yang terpusat di daerah seringkali luput dari pengawasan warga kota.

"Saya berharap kementerian atau lembaga, secara masif menginformasikan hasil-hasil kerja yang dicapai lembaga dan kementerian tersebut sebagai bagian dari instrumen Pak Jokowi sebagai presiden," katanya.

Wakil Sekretaris TKN-KIK Raja Juli Antoni menambahkan pihaknya tengah memelototi isu hoaks, fitnah, dan kampanye negatif di tataran akar rumput. Sebab, menurutnya, tak bisa dimungkiri hal itu punya andil menggerus elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

Contohnya, kata dia, soal dugaan manipulasi data tentang hasil pembangunan Jokowi. Hal itu dimanfaatkan secara masif oleh kubu Prabowo-Sandiaga untuk menggerus elektabilitas.

Dampaknya, kata Antoni, rakyat menjadi ragu, bimbang, atau bahkan menggeser arah dukungan. "Jadi ini catatan TKN. Bagaimana kemudian mengaktifkan kembali caleg-caleg parpol yang bergabung di TKN, serta strategi media yang juga bisa menyampaikan ke bawah," ujar Antoni.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id