Kampanye digital yang diusung Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin di Senayan City, Jumat, 29 Maret 2019. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kampanye digital yang diusung Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin di Senayan City, Jumat, 29 Maret 2019. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Karya Adalah Doa untuk Nusantara, Ikhtiar Tim Jokowi

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Siti Yona Hukmana • 29 Maret 2019 19:42
Jakarta: Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir menggelar pameran 'Karya Adalah Doa untuk Nusantara' di Senayan City, Jakarta. Pameran ini adalah sebuah platform kampanye digital untuk pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.
 
Erick mengatakan, pihaknya harus mengeluarkan kampanye yang positif, salah satunya dengan kampanye digital. Dia menilai, dengan kampanye digital ini semua visi misi paslonnya dapat tercantumkan dengan lengkap.
 
"Ini sebuah wujud menyampaikan hal-hal yang baik untuk masyarakat di kampanye. Jangan hanya kita mengeluarkan jargon-jargon yang menakut-nakuti masyarakat," kata Erick di Senayan City, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di lain sisi, ia mengaku capres petahana Joko Widodo telah melakukan kampanye saat mengunjungi daerah-daerah. Seperti kampanye memberikan solusi terkait pembangunan dan kartu-kartu andalan Jokowi.
 
"Nah, tentu kita juga sebagai tim mencoba berkreatifitas dengan kampanye seperti ini (kampanye digital) yang merangkul para milenial atau kreatif yang ada di industri Indonesia," ujar Erick.
 
Kampanye digital atau pameran 'Karya Adalah Doa untuk Nusantara' ini, kata Erick, merupakan perwujudan dari keberagaman yang ada di Indonesia. Hadirnya kampanye digital ini adalah bukti kebinekaan bisa menjadikan negara yang bisa diperhitungkan.
 
"Kemarin pas kampanye juga banyak sekali festival-festival rakyat yang terjadi. Seperti di Serang, Dumai dan di Kalimantan Barat. Nah, ini hal-hal yang kita ingin masyarakat terlibat. Jangan hanya kampanye yang seram. Kita juga harus mengeluarkan kampanye yang positif untuk rakyat," pungkas Erick.
 
Baca:Hologram Jokowi-Ma'ruf Dinilai Sebagai Terobosan Cerdas
 
Karya Adalah Doa berbentuk user-generated content dengan medium website dan media sosial. Tujuan ini untuk menyebarkan semangat kampanye kreatif, positif, optimis dan damai, serta melawan kampanye hitam, fitnah dan hoaks yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.
 
Karya Adalah Doa adalah episode kedua dari Kampanye Kisah Blusukan Jokowi (Jokowi Tintin) pada Pilpres 2014 yang dibuat oleh relawan Demokreatif yang sebelumnya bernama Tim Gulung Lengan Bajumu. Hingga pertengahan Maret 2019, sudah lebih dari 350 karya kontributor yang terdiri dari ilustrasi, fotografi, video, lagu, hingga action figure.
 
Di media sosial. lnstagram @karyaadalahdoa sudah diikuti lebih dari 15.000 orang, sementara Facebook dan Twitter sudah diikuti lebih dari 2.000 orang. Seluruh karya kontributor dapat diamini, dibagikan, dan bebas untuk diunduh versi resolusi tinggi melalui situs resmi Karya Adalah Doa, sehingga dapat dicetak kembali ke dalam berbagai merchandise dan alat peraga kampanye.
 
Di pameran ini terdapat sesi talkshow yang menghadirkan beberapa tokoh nasional berprestasi. Ada Erick Thohir, Muhammad Lutfi, Sukardi Rinakit, Andi Widjajanto, Budiman Sudjatmiko, dan Chaerany Putri.
 
Baca: Cara Jokowi Jaga Kebugaran Selama Kampanye Terbuka
 
Terdapat pula sesi sharing tentang kesadaran berpolitik dari insan-insan kreatif tanah air seperti vokalis band metal Down for Life Stephanus Adjie, digital imaging artist Agan Harahap, komikus Ario Anindito dan Muhammad Taufiq, hingga kreator boardgame Kris Antoni Hadiputra dan Amy Adam. Dihadirkan pula komunitas-komunitas yang telah mendeklarasikan dukungan politiknya dengan cara yang unik dan kreatif seperti Alumni UI untuk Jokowi, Fotografer Bersatu, Alumni SMA Bersatu hingga komunitas street culture yang berdeklarasi dalam gelaran One Street Festival.
 
Pameran ini digelar mulai Rabu, 27 Maret hingga Sabtu, 30 Maret 2019. Pameran ini bekerja sama dengan seniman-seniman, fotografer, videografer, hingga rumah produksi audio untuk melahirkan pengalaman-pengalaman kampanye politik gaya baru.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif