Partai Demokrat. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Partai Demokrat. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Demokrat Dianggap Ngeles

Pemilu surat suara pemilu surat suara pilpres 2019
03 Januari 2019 16:27
Jakarta: Respons Partai Demokrat yang menganggap kicauan kadernya Andi Arief soal isu tujuh kontainer surat suara sudah dicoblos sebagai upaya peringatan, dikritik. Pasalnya, Demokrat sebagai partai politik mustahil tak mengetahui bila kabar itu hoaks. 

"Ngeles atau pura-pura enggak tahu atau enggak paham. Kalau enggak paham ya enggak ngerti ya. Masa enggak tahu. Enggak bener itu kalau sampai Demokrat bilang itu adalah warning," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Januari 2019. 

Menurut dia, Demokrat sebenarnya memiliki petugas yang berhubungan langsung dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Seharusnya, kata dia, Demokrat tahu bila surat suara sudah dicetak atau belum. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharap menghentikan kadernya yang berulah. Pasalnya, isu ini juga dapat mempengaruhi elektabilitas Partai Demokrat.  “Jadi kasihan, partai yang bagus dengan pemimpin yang baik malah dirusak orang-orang seperti itu. Jadi, Pak SBY dapat menertibkan anggotanya”

TKN pun prihatin awal 2019 diwarnai dengan hoaks, kontroversi yang menakut-nakuti warga. Isu surat suara yang disebar Andi Arief diharapkan menjadi yang terakhir untuk menjaga keutuhan bangsa.

Baca: Skenario Hoaks Surat Suara Terendus

Kabar adanya tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 santer di dunia maya. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui pesan berantai. 

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ikut berkicau melalui akun Twitter @AndiArief_. "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar."

Informasi itu dicuitkan Andi pada Rabu, 2 Januari 2019 sekitar pukul 20.05 WIB. Namun, beberapa saat kemudian, Andi menghapus tulisan itu. (Febrian Ahmad)




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi