Mendagri Tjahjo Kumolo di Banten/Medcom.id/Adin
Mendagri Tjahjo Kumolo di Banten/Medcom.id/Adin

Data Korban Tsunami Rawan Dipolitisasi

Pemilu Tsunami di Selat Sunda
M Sholahadhin Azhar • 28 Desember 2018 20:15
Banten: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewanti-wanti data korban tsunami Selat Sunda tak dipolitisasi. Gubernur Banten Wahidin Halim soal data korban tsunami Selat Sunda diawasi, terutama mereka yang meninggal.

"Itu (data warga meninggal) harus dicek betul. Serta kaitannya dengan persiapan pemilu, termasuk cek tempat pemungutan suara (TPS)," kata Tjahjo di kantor Gubernur Banten, Jumat, 28 Desember 2018.

Baca: Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Jadi 426 Orang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Tjahjo menegaskan segala isu bisa saja dijadikan amunisi  pihak tertentu. Terlebih, Mendagri mencatat ada 300 warga meninggal. Potensi turunnya data penduduk di Banten cukup besar. Tjahjo menyebut tim Kemendagri turun langsung mendata. Sejak tsunami melanda, komponen Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pemadam kebakaran sudah dikerahkan. Tim Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil juga dilibatkan.

Baca: Ribuan Anggota TNI Masih Cari Korban Tsunami

Dukcapil, terang Tjahjo, turun langsung dengan peralatan identifikasi jenazah korban. Sudah ada puluhan korban teridentifikasi melalui pemindaian sidik jari.

"Tim akan rutin mengawal, jika tanggap darurat seminggu, kita bisa siaga dua minggu," ucap eks Sekjen PDI Perjuangan itu.

Tjahjo juga memastikan pemilihan umum tak akan terganggu. Skenario terburuk, pemilu bisa dilaksanakan pada waktu yang telah disepakati.

"Dalam konteks pemilu bisa ditunda kok kalau itu ada bencana," ucap dia.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi