Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera/Medcom.id/Theofilius Ifan Sucipto
Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera/Medcom.id/Theofilius Ifan Sucipto

BPN Ogah Publikasikan Hasil Survei Internal

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Theofilus Ifan Sucipto • 15 Maret 2019 08:11
Jakarta: Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak akan mempublikasikan hasil survei internal. Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera menegaskan survei hanya untuk kepentingan internal.
 
"Enggak apa-apa (tidak dipublikasi). Kami fokus pemenangan, jangan percaya survei (lain)," tegas Mardani di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 14 Maret 2019.
 
Ia tak terlalu memusingkan keraguan publik soal survei internal paslon nomor urut 02. Survei internal tetap menjadi patokan utama Prabowo-Sandi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: TKN: Siapa yang Percaya Survei BPN?
 
Sebelumnya, juru bicara BPN Dahnil Azhar Simanjuntak mengklaim paslon nomor urut 02 unggul dari paslon nomor urut 01. Berdasarkan hasil survei yang mereka miliki, Prabowo-Sandi unggul dengan jumlah suara 54 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 40 persen.
 
Hasil berbeda jauh dengan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Suara Prabowo-Sandi masih kalah jauh dibandingkan Jokowi-Ma'ruf.
 
Prabowo-Sandi hanya mendapatkan 32,1 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat setengah suara pemilih, 54,9 persen.
 
Baca: Kubu Prabowo Puas Hasil Survei Internal
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai survei internal yang dibuat BPN Prabowo-Sandi hanya akal-akalan. Survei sengaja dibuat untuk menutupi kekalahan paslon nomor urut 02.
 
"Survei internal yang dibuat mereka ini tujuannya sederhana, untuk menghibur diri mereka sendiri dan memberikan motivasi kepada pendukungnya supaya tidak down," kata Ace kepada Medcom.id, Senin, 11 Maret 2019.
 
Ace tak heran bila kubu Prabowo-Sandi ogah memercayai hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei. Terlebih, Prabowo-Sandi kalah dengan selisih di atas 20 persen.
 
"Pasti mereka akan curiga dengan lembaga-lembaga survei yang memenangkan kami. Kenapa mereka curiga? Ya karena mereka kalah jauh," ucap politikus Partai Golkar itu.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi