Direktur Komunikasi dan Media BPN, Hashim Djojohadikusumo - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Direktur Komunikasi dan Media BPN, Hashim Djojohadikusumo - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Kubu Prabowo Puas Hasil Survei Internal

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Faisal Abdalla • 11 Maret 2019 18:50
Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno puas dengan hasil survei internal. Dalam survei itu, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu unggul atas pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
 
"Saya kira (hasil survei) menggembirakan," kata Direktur Komunikasi dan Media BPN, Hashim Djojohadikusumo di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.
 
Hashim mengatakan, meski di beberapa survei pasangan Prabowo-Sandi masih tertinggal dari Jokowi-Ma'ruf, namun setidaknya secara keseluruhan Prabowo-Sandi mengungguli Jokowi-Ma'ruf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kan kita pakai beberapa survei kan, saya kira cukup bagus," ujarnya.
 
Direktur Advokasi Habiburokhman enggan menanggapi hasil lembaga survei lain yang masih menempatkan Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi. Survei terakhir datang dari Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC). SMRC mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf semakin meninggalkan Prabowo-Sandi dengan angka 54,9 persen berbanding 32,1 persen.
 
(Baca juga: Survei SMRC: Jokowi-Ma'ruf 54,9%, Prabowo-Sandi 32,1%)
 
"Kita tidak ngurusin survei-survei lain. Kita turun saja ke basis-basis. Kita santai saja. Kan banyak lembaga survei yang meleset tapi tak kapok melakukan survei lagi," ujar Habiburokhman.
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai survei internal yang dibuat BPN Prabowo-Sandi hanya akal-akalan. Survei sengaja dibuat untuk menutupi kekalahan paslon nomor urut 02.
 
"Survei internal yang dibuat mereka ini tujuannya sederhana, untuk menghibur diri mereka sendiri dan memberikan motivasi kepada pendukungnya supaya tidak down," kata Ace kepada Medcom.id, Senin, 11 Maret 2019.
 
Ace tak heran bila kubu Prabowo-Sandi ogah memercayai hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei. Terlebih, Prabowo-Sandi kalah dengan selisih di atas 20 persen.
 
"Pasti mereka akan curiga dengan lembaga-lembaga survei yang memenangkan kami. Kenapa mereka curiga? Ya karena mereka kalah jauh," ucap politikus Partai Golkar itu.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif