Eks kantor HTI. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
Eks kantor HTI. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul

Rommy Sebut HTI Sembunyi di Belakang Prabowo

Pemilu pembubaran hti
Arga sumantri • 06 Maret 2019 13:10
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) menuding kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bersembunyi di belakang kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Pasalnya, HTI telah dibubarkan di era Presiden Joko Widodo.
 
"Pak Jokowi membubarkan HTI setelah berkonsultasi dengan ormas-ormas (organisasi masyarakat) besar Islam dan pimpinan partai politik Islam. HTI yang ingin mendirikan khilafah dianggap tidak mengakui Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," kata Rommy melalui siaran pers, Rabu, 6 Maret 2019.
 
Menurut Rommy, HTI tidak punya pilihan lain kecuali mendukung Prabowo-Sandi. Pasalnya, bila Jokowi terpilih lagi, HTI pasti tidak bisa lagi berkembang di Indonesia. Sementara, lanjut dia, jika Prabowo menang, HTI bisa mengembangkan paham khilafah termasuk paham intoleran lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rommy menambahkan selama ini sejumlah kelompok Islam garis keras, termasuk HTI, membangun narasi Prabowo sebagai pembela Islam. Namun, narasi pembela Islam ini terbukti bertolak belakang dengan fakta yang ada.
 
"Mereka akhirnya tidak peduli pada keislaman Prabowo karena merasa hanya dengan Prabowo menanglah HTI bisa kembali muncul dan tidak dilarang seperti di pemerintahan Pak Jokowi," ujar dia.
 
Namun, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, membantah tudingan Rommy. Andre mengatakan pernyataan itu adalah hoaks.
 
"Itu fitnah dan tuduhan keji dari seorang Romahurmuziy yang mengaku tokoh Islam," kata Andre saat dihubungi Medcom.id.
 
Baca: Kasasi Perkumpulan HTI Ditolak MA
 
Andre menilai sikap Rommy yang menuding HTI di belakang kubu Prabowo-Sandi sangat tidak etis. Terlebih, Rommy dinilai tak punya bukti kalau HTI ada di belakang Prabowo.
 
"Ini menunjukkan kubu Pak Jokowi panik dan mulai 'terindikasi' menggunakan segala cara," tegas Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.
 
Andre menyesalkan sikap Rommy. Andre menilai pernyataan itu sangat tidak patut terlontar dari seorang yang mengaku tokoh muslim.
 
"Kalau Rommy main fitnah kejam, saran saya enggak usah pakai sorban lagi di dada itu karena fitnah dan tuduhan keji ini bukan cara-cara islami," kata Andre.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi