Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dalam aksi di depan Gedung MK. (Foto: Medcom.id/Candra Yuri)
Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dalam aksi di depan Gedung MK. (Foto: Medcom.id/Candra Yuri)

Titiek Soeharto Tuntut MK Memenangkan Prabowo

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 27 Juni 2019 13:34
Jakarta: Mantan Istri Prabowo Subianto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, ikut ambil bagian dalam aksi massa putih di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK). Titiek menuntut MK menangkan Prabowo.
 
"Tentunya akan kecewa kalau mereka tidak bisa memutuskan yang baik, malah memenangkan yang curang itu, tentunya kita pasti akan kecewa, semua pasti akan kecewa," kata Titiek di Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis 27 Juni 2019.
 
Titiek mengatakan, jika MK memutuskan menolak gugatan PHPU Pilpres kubu Prabowo, para peserta aksi akan kecewa. Titiek menilai kubu Prabowo pantas menang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, dia meminta hakim MK memutuskan hasil dengan seadil-adilnya. Dia meminta seluruh gugatan dihitung dengan matang.
 
"Bahwa hakim MK memutuskan sesuai dengan sumpahnya. Untuk memutuskan seadil-adilnya, dan memenangkan kebenaran. Jangan yang palsu yang curang-curang malah dimenangkan," tandasnya.
 
Baca juga:KPU Yakin Tak Ada Dissenting Opinion pada Putusan PHPU
 
Pasangan Prabowo-Sandiaga melayangkan gugatan hasil Pilpres 2019 ke MK. Dalam pokok permohonannya, Prabowo menuding sebanyak 21 juta suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin bermasalah.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejatinya menetapkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan 85 juta suara atau 55,5 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo-Sandi meraih 68 juta suara atau 44,5 persen dukungan.
 
Penghitungan suara dituduh ditetapkan melalui cara tak benar dan melawan hukum. Jokowi sebagai capres petahana dianggap menyalahgunakan kewenangannya sebagai presiden.
 
Kubu Prabowo mengklaim pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif terjadi di Pilpres 2019. Kondisi ini dianggap melanggar prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil).
 
Prabowo cs menyebut Jokowi-Ma'ruf seharusnya hanya mendapatkan 63,5 juta suara atau 48 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo-Sandi mengantongi 68,6 juta suara atau 52 persen dukungan.
 
Prabowo-Sandi memohon dimenangkan di Pilpres 2019 kepada MK. Pasangan nomor urut 02 mengharapkan MK mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf atau setidaknya memerintahkan KPU mengadakan pemungutan suara ulang.
 
Saksikan Pengucapan Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2019, LIVE melalui:
 
Medcom ID:video.medcom.id/streaming
 
YouTube Medcom ID:https://bit.ly/2RDLiiQ
Facebook Medcom ID:https://bit.ly/2RGthQW
 
Metrotvnews:medcom.id/live
YouTube Metrotvnews:https://bit.ly/2KFfzwQ
Facebook Metro TV:https://bit.ly/2RCFKVz
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif