Suasana sidang sengketa PHPU pilpres di Mahkamah Konstitusi. MI/Susanto.
Suasana sidang sengketa PHPU pilpres di Mahkamah Konstitusi. MI/Susanto.

KPU dan Kubu Jokowi Tunggu Saksi Kubu Prabowo

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Fachri Audhia Hafiez • 19 Juni 2019 08:27
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum dan kubu calon presiden dan wakil presiden petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin menunggu saksi yang dihadirkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sidang ketiga sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Keterangan saksi akan disesuaikan masing-masing pihak.
 
KPU akan menyesuaikan kapasitas saksi ahli yang dihadirkan dengan kubu Prabowo-Sandiaga. Ketua kuasa hukum KPU Ali Nurdin mengatakan seharusnya kubu Prabowo-Sandiaga sebagai pemohon mengajukan saksi yang bisa membuktikan dalil permohonan.
 
Baca: Kubu Prabowo Berikan Kesaksian Sengketa Pilpres Hari Ini

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya Mahkamah Konstitusi (MK) melihat yang soal dalil TSM. Namun, dalil kubu 02 yang seperti diajukan sekarang kan sporadis, spontan, kasuistis. Itu kan tidak menunjukkan TSM. Tentu Mahkamah akan menolak (mendatangkan banyak saksi). Buang-buang energi," kata Ali di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juni 2019.
 
KPU tidak khawatir soal pembatasan jumlah saksi yang dihadirkan pada sidang berikutnya. Sebab, yang dinilai Mahkamah ialah keterangan dari saksi yang diajukan. MK hanya membatasi pemohon, termohon, dan pihak terkait untuk membawa 15 saksi dan dua ahli.
 
"Kita tidak terlalu khawatir. Kami sudah siap. Siapa yang mendalilkan, maka dialah yang harus buktikan. Nanti, Mahkamah yang menilai apakah itu signifikan atau tidak antara materi yang diajukan dengan keterangannya," ujar Ali.
 
Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Yusril Ihza Mahendra juga belum mempersiapkan saksi. Kubu 01 akan melihat saksi pemohon, sebelum menentukan saksi untuk dibawa ke dalam persidangan.
 
Kubu petahana akan menyesuaikan lokasi asal saksi yang dihadirkan dengan kubu Prabowo-Sandiaga. Sehingga, argumen yang disampaikan bisa sesuai.
 
"Kalau pemohon misalnya hadirkan saksi di Tanjung Priok karena katanya di Tanjung Priok. Kami harus cari juga saksi dari Tanjung Priok yang mengatakan sebaliknya," ujar Yusril.
 
Baca: Kubu Prabowo Diminta tak Mendramatisasi Perlindungan Saksi
 
MK akan menggelar sidang ketiga Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres hari ini pukul 09.00 WIB. Sidang beragendakan mendengarkan keterangan 15 saksi dan dua ahli dari pemohon.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif