Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)
Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)

Evi Bantah Menang Pileg Karena Editan Foto

Pemilu sengketa pileg Sidang Sengketa Hasil Pileg 2019
Candra Yuri Nuralam • 31 Juli 2019 14:27
Jakarta: Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya menegaskan kemenangannya di Pileg 2019 murni hasil usaha selama kampanye.
 
"Tim saya juga turun (saat kampanye). Jadi saya juga jalan, kan kita tidak bisa memastikan hanya berdasarkan foto," kata Evi saat kepada Medcom.id, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Dia yakin sebanyak 283.932 suara masyarakat yang memilihnya bukan karena foto. Evi menuding caleg DPD NTB Farouk Muhammad menuduhnya tanpa dasar melalui gugatan pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hak pilih masyarakat yang sebanyak 283.932 itu saya tidak mungkin tanya satu-satu apakah dia memilih saya berdasarkan foto atau kekenalan, kan banyak," ujar Evi.
 
Evi keberatan disebut dipilih masyarakat hanya karena 'kecantikan' fotonya dalam surat suara. Ia hakulyakin masyarakat memilihnya bukan karena faktor fisik semata.
 
"Saya tidak bisa menafsirkan begitu untuk orang-orang yang mungkin tidak punya pilihan," tandasnya.
 
Baca juga:MK Dalami Pengaruh Foto Editan Evi
 
Gugatan Farouk teregistrasi di nomor perkara 03-18/PHPU-DPD/XVII/2019. Dalam permohonanya, Farouk mendalilkan Evi telah melakukan manipulasi atau pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran. Foto itu, menurut Farouk, telah mengubah identitas diri antara lain dagu, hidung, mata, warna kulit dan struktur tubuh jika dibandingkan dengan gambar keadaan asli.
 
Farouk menilai penggunaan foto tersebut baik dalam alat peraga kampanye maupun surat suara telah memengaruhi pemilih untuk memilih yang bersangkutan, sehingga menyebabkan Evi keluar sebagai caleg dengan raihan suara terbanyak.
 
"Bahwa walaupun yang bersangkutan diduga tidak maksimal melakukan sosialisasi/kampanye pada daerah-daerah terentu, ditambah dengan menggunakan foto editan yang berlebihan, mengakibatkan calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya tersebut memperoleh suara terbanyak sebanyak 283.932 suara," bunyi dalil dalam dokumen permohonan Farouk.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif