Politikus PPP Ahmad Baidowi/MI/Putri Yuliani
Politikus PPP Ahmad Baidowi/MI/Putri Yuliani

Hoaks Surat Suara Tercoblos Berkategori Teror

Pemilu surat suara pemilu surat suara pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 03 Januari 2019 10:41
Jakarta: Anggota Komisi II Ahmad Baidowi mengecam beredarnya berita hoaks surat suara yang tercoblos. Penyebaran hoaks tersebut bentuk teror terhadap penyelenggaraan pemilu.

"Patut diduga sebagai teror untuk pemilu. Polisi harus segera bertindak untuk mengungkap apakah ada niatan untuk mengacaukan ataupun menggagalkan pemilu di balik menyebarnya informasi sesat tersebut," kata Baidowi di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2018.

Politikus PPP itu menuntut penyebar hoaks diproses hukum. Informasi tak valid menimbulkan kepanikan dan gejolak di masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Terbukti KPU-Bawaslu pun malam-malam harus terjun ke lapangan dan ini menguras tenaga dan pikiran," ujar dia. Baca: Hasto Curiga Pernyataan Provokatif Andi Arief

Baidowi berpesan elite politik tak memanfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana. Apalagi, menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kepada elite politik negeri ini janganlah ikutan menabuh gendang kebohongan. Di era medsos sekarang ini sangat mudah informasi bohong tersebut menyebar dan semakin tak bisa dipertanggungjawabkan," jelas dia.

Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.

Baca: Kabar 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Hoaks

Kondisi semakin panas setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar."

Andi mencuitkan kabar bohong itu sekitar pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2019. Belakangan, Andi diketahui menghapus cuitan itu.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi