Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Zulhas: Presiden Terpilih Segera Jahit Lagi Merah Putih

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Ilham Pratama Putra • 27 Juni 2019 17:45
Jakarta: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) membeberkan tugas pertama presiden terpilih periode 2019-2024. Siapa pun yang menjadi presiden harus mampu menyatukan bangsa.
 
"Kita minta presiden yang terpilih untuk segera mengambil langkah-langkah menjahit kembali merah putih. Mempersatukan kita kembali," kata Zulhas di Jalan Kartenagara 4, Jakarta Selatan, Kamis 27 Juni 2019.
 
Dia mengatakan persatuan tetaplah yang utama. Masyarakat diminta untuk tidak sakit hati pada putusan sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. "Nanti setelah putusan MK (Mahkamah Konstitusi) kita taati, kita dukung putusannya," ujar Zulhas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dia juga akan mendukung program-program presiden terpilih. Zulhas ingin cita-cita bangsa dapat dicapai. "Kalau sukses, rakyat kita bisa maju, bisa berkembang. Itulah cita-cita semua partai politik," ungkap dia.
 
Ketua MPR ini tidak ingin pesta demokrasi lima tahunan malah memecah bangsa. Dia meminta semua pihak untuk menjaga kedamaian Tanah Air. "Nanti ada lagi tahun 2024. Ya kan enggak mungkin kita setiap hari."
 
Terkait koalisi partainya di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Zulhas belum mau berkomentar. Zulhas masih menunggu arahan dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.
 
Sebelumnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melayangkan gugatan hasil Pilpres 2019 ke MK. Dalam pokok permohonannya, Prabowo menuding sebanyak 21 juta suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin bermasalah.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejatinya menetapkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan 85 juta suara atau 55,5 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo-Sandi meraih 68 juta suara atau 44,5 persen dukungan.
 
Baca: Kubu Jokowi Yakin Putusan MK Selaras dengan MA
 
Penghitungan suara dituduh ditetapkan melalui cara tak benar dan melawan hukum. Jokowi sebagai calon presiden petahana dianggap menyalahgunakan kewenangannya sebagai presiden.
 
Kubu Prabowo mengeklaim pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif terjadi di Pilpres 2019. Kondisi ini dianggap melanggar prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil).
 
Prabowo cs menyebut Jokowi-Ma'ruf seharusnya hanya mendapatkan 63,5 juta suara atau 48 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo-Sandi mengantongi 68,6 juta suara atau 52 persen dukungan.
 
Prabowo-Sandi memohon dimenangkan di Pilpres 2019 kepada MK. Pasangan nomor urut 02 mengharapkan MK mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf atau setidaknya memerintahkan KPU mengadakan pemungutan suara ulang.
 
MK pun bakal menjadi panggung terakhir Pilpres 2019 yang berlangsung panas. Putusan akhir perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 dibacakan MK siang ini.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif