Suasana rekapitulasi suara Provinsi Bali di Aula Utama Lantai 2 Gedung KPU RI. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)
Suasana rekapitulasi suara Provinsi Bali di Aula Utama Lantai 2 Gedung KPU RI. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)

Rekapitulasi Nasional Provinsi Bali Diwarnai Interupsi

Pemilu rekapitulasi suara pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 10 Mei 2019 16:55
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 dalam negeri. KPU memulai rekap nasional dari Provinsi Bali.
 
Rekap nasional Provinsi Bali dijadwalkan dibacakan pada pukul 13.00 WIB. Namun hingga pukul 16.30 WIB, KPU Provinsi Bali masih membacakan hasil rekapitulasi dalam formulir model DC-I DPR.
 
Rapat pleno rekap nasional yang digelar di Aula Utama Lantai 2 Gedung KPU RI ini sempat ditunda selama satu jam. Skorsing diberlakukan lantaran perwakilan Partai Demokrat menemukan kesalahan dalam proses pembacaan hasil rekapitulasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya ingin bertanya, ini kan memindahkan ke form DB1 dari DC1, nah yg dibacakan kok sama dengan pada saat rekapitulasi pleno tingkat provinsi?" kata Wakil Ketua Bapilu Partai Demokrat, Andi Nurpati di lokasi, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Baca juga:Rekapitulasi Provinsi DIY Ditunda
 
Interupsi itu terjadi saat KPU Provinsi Bali hendak membacakan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pileg 2019. Sementara hasil Pilpres sudah dibacakan.
 
Dia menilai seharusnya hasil rekap dibacakan berdasarkan daerah pemilihan (dapil), bukan berdasarkan Kabupaten/Kota.
 
"Kan kita rekapitulasi tingkat nasional, harusnya di pleno ini hasil total dapil. Jadi apa yang disampaikan betul, tapi formulirnya tidak mendukung. Formulir ini perlu direvisi sehingga di situ langsung dapil, jadi tidak dibacakan lagi kabupaten/kotanya. Kalau seperti ini lagi sama dengan rekapitulasi provinsi lagi," kata Andi yang juga mantan Komisioner KPU itu.
 
Komisioner KPU, Hasyim Asyari selaku pimpinan sidang sepakat dengan Andi. Dia lantas memutuskan untuk menskors rapat pada pukul 15.00 WIB dan dilanjutkan kembali pukul 16.00 WIB.
 
"Yang kita lakukan di sini adalah rekapitulasi nasional per dapil. Kalau ada 80 dapil ya kita bacakan 80 dapil. Oleh karena belum terisi, nanti kita skorsing dulu, diisi, baru nanti yang dibacakan dimasukkan ke bagian ujung sudah per dapil," ujar Hasyim.
 
Baca juga:Penyebar Hoaks Situng KPU Ditangkap
 
Sebelumnya, Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga sempat mengajukan interupsi ketika sidang hendak dibuka. Dia mempertanyakan mengapa Provinsi Bali direkap paling pertama.
 
Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan bahwa proses rekap nasional diurutkan berdasarkan daerah mana yang menyelesaikan proses rekap di tingkat provinsi.
 
Karena banyak diwarnai interupsi, proses pembacaan hasil rekapitulasi baru selesai pukul 16.40 WIB. Padahal rapat telah dibuka sejak pukul 13.30 WIB. Hingga berita ini ditulis, hasil rekap Provinsi Bali belum disahkan. Saat ini sesi bagi perwakilan peserta pemilu untuk menanggapi hasil rekap masih berlangsung.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif