Ilustrasi- sidang sengketa PHPU Pilpres di Mahkamah Konstitusi. MI/Susanto.
Ilustrasi- sidang sengketa PHPU Pilpres di Mahkamah Konstitusi. MI/Susanto.

Kelakar Hakim MK Sindir Penyerangan Saat Persidangan

Pemilu sengketa pileg
Fachri Audhia Hafiez • 23 Juli 2019 18:17
Jakarta: Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyindir aksi penyerangan terhadap hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sindiran disampaikan saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2019 wilayah Jawa Timur di MK.
 
Awalnya saksi dari pemohon Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ach Faidy Suja'ie diminta menjelaskan perbedaan jumlah suara dalam formulir berita acara di tingkat kecamatan atau DA dan tingkat kabupaten atau DB. Faidy mengklaim, ada perbedaan suara di tujuh kecamatan.
 
"Kecamatan Kamal, Kecamatan Konang, Kecamatan Socah, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Kecamatan Blega, dan Labang," ujar Faidy saat bersaksi di ruang sidang panel 1, Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, saat akan menyebutkan jumlah suara di formulir DB wilayah Bangkalan, Faidy mengaku lupa angka persisnya. Ia mengungkapkan data itu ada di ponselnya. Sementara peserta dilarang membawa alat komunikasi dalam persidangan.
 
Baca: Saksi Gerindra 'Disemprot' karena Melirik Kuasa Hukum
 
"Nanti ponselnya buat melempar hakim. Kalau ponsel bagus saja enggak apa-apa. Karena sekarang lagi ramai hakim disabet menggunakan sabuk (ikat pinggang) segala," kelakar Arief.
 
Ucapan Arief tersebut menyinggung serangan terhadap Hakim Sunarso dan Duta Baskara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 18 Juli 2019. Keduanya mengalami luka setelah diserang pengacara saat persidangan berlangsung.
 
Setelah diberi kesempatan waktu untuk mencari berkas yang dimaksud, Faidy kembali menjelaskan kesaksiannya. Ia mengaku PKB memperoleh penambahan jumlah suara dari tingkat kecamatan ke tingkat kabupaten.
 
"Malah nambah (suaranya) dari pada haram yang mulia, nanti masuk neraka saja tidak bisa," kata Faidy.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif