Ilustrasi- sidang sengketa PHPU Pilpres di Mahkamah Konstitusi. MI/Susanto.
Ilustrasi- sidang sengketa PHPU Pilpres di Mahkamah Konstitusi. MI/Susanto.

Hakim MK Ancam Usir Kuasa Hukum Caleg DPD Papua Barat

Pemilu sengketa pileg
Faisal Abdalla • 26 Juli 2019 15:38
Jakarta: Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat meradang saat sidang perselisihan hasil pemilu (PHPU) legislatif DPD Provinsi Papua Barat. Arief mengancam akan mengusir kuasa hukum caleg DPD Papua Barat Abdullah Manaray, Krido Sasmita Sakali.
 
Kemarahan Arief berawal saat majelis hakim mendengarkan keterangan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maybrat Onesimus Kambu. Onesimus menjelaskan proses rekap di tingkat kabupaten.
 
"Waktu itu saksinya (saksi Abdullah) hadir. Namanya Fetra Yumame," kata Onesimus di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam perkara ini, Abdullah mengaku kehilangan suara di sejumlah distrik di Kabupaten Maybrat. Abdullah juga mendalilkan adanya penggelembungan suara untuk caleg DPD M Sanusi Rahaningmas.
 
Onesimus mengatakan berdasarkan rekap di Kabupaten menyebut perolehan suara Abdullah Manaray sebanyak 17 suara sementara perolehan suara Sanusi sebanyak 7.121 suara. Rekap ini disetujui semua saksi.
 
Baca: MK Hitung Ulang Suara Caleg Gerindra di Kepri
 
"Saksi pak Manaray setuju, Pak Fetra Yumame," ujar Onesimus.
 
Di tengah keterangan itu, Krido Sasmita Sakali menyelak pembicaraan hakim dan saksi. Krido meminta hakim menggali keterangan Fetra yang juga hadir di persidangan.
 
"Izin yang mulia kebetuklan kita ada saksi Pak Fetra, mohon dikonfirmasi saja apa benar setuju atau tidak," ujar Krido.
 
Arief selaku pimpinan sidang saat itu langsung meradang. Arief menilai Krido telah berbicara tanpa persetujuan hakim.
 
"Jangan ngajarin kita gitu lho. Dari tadi kok kayaknya enggak benar kuasa ini. Sekali lagi saudara kayak gitu saya keluarkan saudara, di sini yang megang kendali adalah para hakim," tegas Arief dengan nada tinggi.
 
Dia menyebut Krido telah menyelak pembicaraan beberapa kali. Dia menegaskan hakim anggota saja harus meminta izin terlebih dahulu dengan pimpinan sidang untuk bicara.
 
"Saudara seenaknya sendiri ya, sekali lagi saya usir keluar!," ketus Arief.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif