Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Daftar Gugatan Hasil Pemilu Bisa Lewat Online

Pemilu sengketa pileg sengketa pilpres pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 23 Mei 2019 19:08
Jakarta: Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan pihak yang akan mengajukan permohonan gugatan pemilu bisa melalui sistem online. Pemohon cukup mengunggah berkas yang menjadi syarat gugatan.
 
"Itu ada di website resmi MK. Namanya sistem informasi permohonan elektronik atau simpel, bisa diakses di laman simpel.mkri.id," kata Fajar di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Fajar mengatakan sistem itu sudah lama disediakan. Ia berharap fasilitas itu memberikan kemudahan bagi pemohon untuk mengajukan berkas gugatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan saat mengakses laman simpel, maka akan direspons dengan sistem MK. Kemudian, pengakses akan mengisi password. Setelah 'log in' pengakses bisa mengunggah berkas yang menjadi syarat mengajukan gugatan.
 
Fasilitas ini sangat bermanfaat ketika masa tenggat pengajuan gugatan semakin dekat, sementara pemohon belum juga merampungkan berkas secara utuh.
 
Pengajuan permohonan untuk sengketa Pilpres dan Pileg dapat diajukan satu hari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara. Pendaftaran permohonan gugatan dapat diajukan dalam jangka waktu tiga hari atau 3x24 jam usai pengumuman resmi atau Jumat, 24 Mei 2019.
 
(Baca juga: MK Terima Sepuluh Gugatan Sengketa Pemilu)
 
"Bisa masukan dulu secara online, diunggah yang perlu permohonan. Kemudian alat bukti, daftar alat bukti, daftar alat bukti gitu. Sudah dikirim itu, itu sudah dianggap bahwa permohonan sudah diajukan di dalam tenggat waktu yang ditentukan," ujar Fajar.
 
Pemohon tak perlu khawatir bila berkas yang diunggah tak lengkap. Sebab, MK akan menggelar sidang pendahuluan guna memberikan masukan bagi pemohon, agar berkas yang belum disempurnakan bisa menyusul dan dilengkapi untuk mencapai sidang pembuktian perkara.
 
"Mekanisme pendahuluan itu mendengarkan permohonan dari pemohon di situ, sudah diundang termohon, pihak terkait, kemudian Bawaslu. Sehingga dari awal pihak yang terkait dengan perkara ini betul-betul sudah mengetahui permohonan dan tentu sebagai modal untuk memberikan jawaban atau keterangan," jelas Fajar.
 
Fajar menambahkan fasilitas ini berguna bagi pemohon yang tidak tinggal di Jakarta. "Enggak perlu ke ke sini sampai besok malam. Tapi sudah masukan secara elektronik dulu permohonannya," pungkas Fajar.
 
MK memberi kesempatan untuk pemohon mengajukan gugatan pemilihan legislatif (pileg) hingga Jumat, 24 Mei 2019 pukul 01.46 WIB. Sementara, gugatan untuk pemilihan presiden (pilpres) hingga Jumat, 24 Mei 2019 pukul 24.00 WIB.
 
Sementara, MK akan menggelar sidang gugatan Pilpres pada 17 Juni 2019. Untuk pilpres ditargetkan selesai hingga putusan pada 28 Juni 2019. Sementara untuk sidang gugatan pileg akan selesai pada 9 Agustus 2019.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif