Presiden Joko Widodo dan Komandan Kogas Agus Harimurti Yudhoyono berbincang di Istana Kepresidenan. MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo dan Komandan Kogas Agus Harimurti Yudhoyono berbincang di Istana Kepresidenan. MI/Ramdani.

Pramono: Pertemuan Jokowi-AHY Menurunkan Tensi

Pemilu pilpres 2019
Dheri Agriesta • 03 Mei 2019 15:17
Jakarta: Sekretaris Kabinet Pramono Anung menilai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono harus dimaknai sebagai silaturahmi antartokoh. Pertemuan itu dinilai dapat menurunkan tensi politik yang tinggi.
 
"Memang apa pun pertemuan seperti ini untuk menurunkan tensi ketegangan yang ada," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Baca: AHY: Tunggu Pengumuman Resmi KPU

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan itu juga bisa menjadi wadah menyamakan persepsi. Karena, menurut Pramono, ada banyak perbedaan pandangan dalam menanggapi berbagai kabar usai Pilpres 2019.
 
Pramono mencontohkan bagaimana kubu capres petahana dan capres penantang menanggapi hasil hitung cepat. Padahal, hitung cepat sudah menjadi bagian dalam tradisi demokrasi Indonesia sejak 2014.
 
"Real count yang situng, ini kan sebagai referensi alat bantu yang sebenarnya juga sudah ada, dulu kan ada kawal pemilu. Nah, berbagai instrumen ini menunjukkan bahwa sebenarnya demokrasi kita sudah semakin dewasa," kata Pramono.
 
Baca: Demokrat Sebut Hasil Ijtimak Ulama III Kontradiktif
 
Tak tertutup kemungkinan akan ada pertemuan antara presiden dengan beberapa tokoh politik lain. Masyarakat, kata Pramono, harus melihat pertemuan itu dengan sudut pandang yang luas.
 
"Sehingga dengan demikian, pertemuan presiden dengan tokoh lain dimaknai untuk melihat perspektif yang lebih luas terhadap hal tersebut," kata dia.
 
Agus Harimurti Yudhoyono menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Kamis, 2 Mei 2019. Ia mengaku diundang presiden untuk bertemu. Agus mengaku berbincang banyak hal dengan Presiden Jokowi. Ada banyak gagasan dan pemikiran yang disampaikan untuk mewujudkan demokrasi dan Indonesia yang semakin baik.
 
"Tentunya kita harus terus bertukar pikiran dan juga saling memberikan masukan yang baik dan positif," kata Agus usai pertemuan di Istana Kepresidenan.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif