Juru bicara LPSK Rully Novian. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Juru bicara LPSK Rully Novian. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

LPSK Tak Bisa Berikan Perlindungan Saksi Sengketa Pilpres

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 16 Juni 2019 06:53
Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum bisa memastikan mengabulkan permohonan perlindungan saksi dari tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tidak mengatur perlindungan saksi terhadap sengketa pemilu.
 
"UU 31/2014 membatasi. Ada poin penting tentang di dalam UU Tentang Perlindungan Saksi dan Korban adalah perlindungan diberikan dalam proses pidana," kata juru bicara LPSK Rully Novian di kantornya, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Sabtu, 15 Juni 2019.
 
LPSK belum bisa memastikan apakah memberikan perlindungan hukum kepada saksi sengketa pilpres. Untuk kasus ini, masih perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Mahkamah Konstitusi (MK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berarti kan ada penyelidikan, penyidikan, apakah sidang di MK termasuk ke dalam kategori proses peradilan pidana? Bagaimana sikap MK? Ya kebetulan LPSK punya MoU dengan MK," jelas Rully.
 
Baca juga: Kubu Prabowo-Sandi Minta Perlindungan ke LPSK
 
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan saksi sengketa pemilu seperti pilpres bisa mendapatkan perlindungan dari LPSK. Pertemuan dengan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi sore tadi masih sebatas diskusi mengenai sistem perlindungan saksi.
 
"Diskusi kita lebih kepada memberikan gagasan-gagasan baik, perlindungan sistem saksi sebetulnya. Tidak terbatas kasus yang sedang berlangsung," tuturnya.
 
Tik kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyambangi Kantor LPSK. Hal itu terkait perlindungan saksi yang akan dihadirkan dalam sidang pembuktian sengketa Pilpres 2019 di MK.
 
"Kita mau konsultasi dulu sama teman-teman LPSK terkait dengan persidangan yang akan kita lakukan terutama untuk acara pembuktian," kata Anggota Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Denny Indrayana di kantor LPSK.
 
Kubu Prabowo ingin ada jaminan perlindungan saksi dan saksi ahli yang akan dihadirkan di persidangan. Hal ini agar para saksi yang dihadirkan tidak mendapatkan intimidasi dari pihak tertentu yang dapat memengaruhi keterangan mereka saat sidang nanti."Karena kami akan ada saksi dan ahli yang mungkin membutuhkan peran dari LPSK," ungkap dia.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif