Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko. Medcom.id/Dheri Agriesta
Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko. Medcom.id/Dheri Agriesta

Kubu Jokowi Terima 25 Ribu Laporan Dugaan Kecurangan

Pemilu kecurangan pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 April 2019 04:30
Jakarta: Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko menyebut pihaknya menerima banyak aduan terkait dugaan kecurangan Pilpres 2019. Aduan yang masuk ke posko pengaduan nasional yang dimiliki kubu petahana disebut telah mencapai lebih dari 20 ribu kasus.
 
"Kita sudah mendapat pengaduan banyak sekali. Ada pengaduan kita sudah masuk 25 ribu ini dari direktur hukum," kata Moeldoko di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2019.
 
Moeldoko mengatakan, pengaduan yang masuk itu tengah diteliti tim pemenangan. Rencananya, sejumlah pengaduan yang dinilai kuat bakal segera diproses setelah proses hitung cepat lembaga survei rampung seluruhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti sesudah quick count untuk mengklarifikasi hal-hal yang perlu dan seterusnya," ungkapnya.
 
Moeldoko menyatakan, data ini membuktikan indikasi kecurangan Pemilu tak hanya dirasakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Makanya, ia pun tak mau ambil pusing soal laporan-laporan kecurangan dari kubu penantang. Toh, kata dia, masing-masing pihak memiliki hak untuk mengadu manakala merasa dirugikan dalam Pemilu.
 
Moeldoko pun tak mau opini publik digiring seolah-olah Komisi Pemilihan Umum (KPU) berpihak kepada petahana. Terlebih, bila kecurangan yang terjadi lantas dikaitkan dengan pemerintah.
 
"Bahaya itu nanti, apalagi seolah kecurangan dilakukan pemilu, KPU, di belakanganya ada pemerintah. Ini sebuah pernyataan yang menyesatkan, bahwa pemerintah sama sekali tidak ikut campur," ungkapnya.
 
Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto memastikan tim pemenangan petahana akan terus mengawal rekapitulasi suara yang dilakukan KPU. Pengawalan rekapitulasi ini melibatkan partai politik koalisi.
 
"Maka kami juga membuka ruang bagi publik untuk berpartisipasi dalam mengawasi seluruh rekapitulasi itu," kata Hasto.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif