Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko WIdodo (ketiga) bersama artis Chelsea Islan mencoba MRT. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko WIdodo (ketiga) bersama artis Chelsea Islan mencoba MRT. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Jokowi Cerita Kesulitan Memutuskan Pembangunan MRT

Pemilu mrt pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Dheri Agriesta • 22 Maret 2019 06:15
Jakarta: Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menceritakan kesulitan memutuskan pembangunan moda raya terpadu (MRT) saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Padahal, rencana pembangunan MRT telah ada sejak lama.
 
"Negara sebesar Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang? Itu pun putusan politiknya kita putuskan saat saya jadi Gubernur, dengan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) saat itu," kata Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Jokowi menyebut alasan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya tak kunjung memutuskan pembangunan MRT. Kata dia, dalam pemaparan rencana pembangunan, gubernur selalu disajikan data untung dan rugi pembangunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Jokowi, pembangunan transportasi massal tak pernah mengenal untung rugi. Pembangunan transportasi massal di seluruh dunia selalu merugi.
 
"Kalau hitungan hanya untung dan rugi untuk pengusaha, benar itu. Tapi kalau untuk negara mestinya bukan untung rugi, sehingga yang kita putuskan saat itu adalah keputusan politik," kata Jokowi.
 
Jokowi meminta pengusaha yang hadir dalam acara deklarasi itu berpikir tentang kerugian yang disebabkan kemacetan Jabodetabek. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kerugian akibat kemacetan Jabodetabek mencapai Rp100 triliun.
 
"Apa mau diteruskan. Ya lebih baik dipakai untuk bangun MRT kan. Sehingga hitungan secara makro negara kita untung besar," kata Jokowi.
 
Baca:Presiden Janji Perbaiki Kekurangan MRT
 
Berdasarkan hitungan, pembangunan 231 kilometer jalur MRT menghabiskan Rp571 triliun. "Apa artinya? Lebih enak dibangun daripada kita rugi Rp100 triliun setiap tahun. Ini yang sering tidak dihitung oleh kita," pungkas Jokowi.
 
Presiden Jokowi dijadwalkan meresmikan operasional moda raya terpadu pada 24 Maret 2019. Saat peresmian, Jokowi juga akan meletakkan batu pertama pembangunan fase dua MRT.
 
Saat ini, ratangga bisa melaju dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus. Terdapat 13 stasiun yang dilewati ratangga dalam pembangunan fase pertama ini.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif