Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud bersama Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan di Balai Kota DKI Jakarta.
Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT, dengan mempertimbangkan efisiensi interkoneksi dan integrasi kawasan melalui koordinasi dan pertukaran data bersama MRT Jakarta. MoU ini bersifat non-komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan ke dalam perjanjian lanjutan.
Bagi Summarecon, langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu berkelanjutan. Selama lebih dari lima dekade, Summarecon konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.
Melalui MoU ini, pihak-pihak terkait akan melakukan kajian bersama terkait koridor Kembangan–Balaraja, mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, dan manajemen risiko. Joint working group akan dibentuk untuk menyusun rencana kerja bersama selama dua tahun ke depan.
“Konektivitas transportasi publik merupakan fondasi pengembangan kota terpadu berkelanjutan. Penjajakan ini mendukung peralihan dari kendaraan pribadi, meningkatkan mobilitas, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat," kata President Director Summarecon Adrianto P Adhi dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Februari 2026.
Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur, menambahkan, integrasi dengan MRT Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang sudah hidup, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan meningkatkan nilai kawasan.
“Integrasi transportasi massal menjadi fondasi penting bagi pengembangan jangka panjang Summarecon Tangerang, baik untuk fungsi residensial maupun komersial, serta keberlanjutan kawasan," ujar Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menekankan, percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Kami apresiasi dukungan Summarecon dan pengembang lainnya dalam mewujudkan sistem transportasi publik modern," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News