Sektor purna jual adalah hal yang jadi penguatan tersendiri dalam penjuaan produk-produk kendaraan niaga milik Isuzu. medcom.id/Ahmad Garuda
Sektor purna jual adalah hal yang jadi penguatan tersendiri dalam penjuaan produk-produk kendaraan niaga milik Isuzu. medcom.id/Ahmad Garuda

Layanan Purna Jual

Cara Ampuh Bikin Puas Konsumen, Begini Trik Isuzu

Ahmad Garuda • 21 November 2021 13:06
Membeli kendaraan komersial atau kendaraan niaga, tentu bukan hanya membeli mobilnya saja. Lebih dari itu, konsumennya pun wajib memastikan layanan purna jual dan ketersediaan komponen untuk jangka panjangnya. Lantaran tanpa ini, kendaraan niaga bisa dipastikan punya biaya yang tinggi untuk membeli sendiri dari luar negeri.
 
Hal ini membuat semua pabrikan yang punya produk kendaraan niaga memberi perhatian khusus di sektor purna jual. Seperti yang dilakukan Isuzu yang memastikan terus fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen akan kendaraan yang prima. Apalagi, sebagian besar konsumen mereka adalah pelaku usaha. Saat membeli kendaraan komersial, konsumen bukan sekadar membeli mobil, tetapi membeli barang kerja atau barang modal.
 
“Kami wajib memastikan mobil itu selalu menghasilkan uang bagi konsumen. Bahkan, hingga menyiapkan mekanik dan suku cadang di tempat konsumen beroperasi,” ujar Chief Operation Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation (Astra Isuzu), Yohanes Pratama saat ditemui jelang penutupan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD-City, Tangerang, Sabtu (20/11/2021).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca Juga:
SPG di Pameran Otomotif, Lelah Tapi Menyenangkan?
 
Cara Ampuh Bikin Puas Konsumen, Begini Trik Isuzu
 
Yohanes menjelaskan, saat menjual kendaraan, tim sales Astra Isuzu kini ditemani sales service consultant (SSC). Hal itu diperlukan karena saat membeli kendaraan, konsumen Isuzu memperhitungkan biaya operasional, suku cadang, service, yang semuanya berdampak besar bagi roda bisnis perusahaan.
 
Dari informasi yang digali itu, barulah tim SSC memberi masukan kendaraan apa yang tepat dibutuhkan konsumen hingga perawatan kendaraan secara komprehensif. Paling tidak, dengan pola ini konsumen bisa menghemat 15-20%. Contohnya, dengan memanfaatkan fasilitas free mechanic on site, konsumen bisa hemat sekitar Rp 20 juta per bulan.
 
APM yang memboyong brand Jepang ini ingin mengubah pemikiran, bahwa saat menjual kendaraan, semestinya tim pemasaran juga memberi masukan produk terbaik bagi konsumen, termasuk masukan dalam pemenuhan kebutuhan perawatan kendaraan dan penanganan keluhan.
 
 

“Jadi, ada tindakan preventif. Saat menjual, tim kami sekaligus membantu memetakan kebutuhan konsumen. Konsultan kami menggali seperti apa rutenya, apa saja muatannya, bagaimana pengemudinya, hingga seberapa besar ketersediaan mekanik di lokasi operasi perusahaan.”
 
Pola pemasaran dengan menggunakan tim sales didampingi SSC ini merupakan strategi baru Astra Isuzu. Strategi ini menerapkan 'double strike'. Tujuannya untuk memuaskan dan memaksimalkan total pelayanan ke konsumen yang baru membeli mobil. Strategi baru dijalankan sejak saat berlangsungnya GIIAS 2021 di ICE BSD-City, Tangerang, 11-21 November 2021.
 
Penjualan Meningkat Drastis
Alhasil, penjualan kendaraan dengan tagline 'Rajanya Diesel' ini di GIIAS 2021 terlihat melonjak. Selama sepekan, tepatnya 11-17 November terjual 203 unit dengan nilai Rp 106 miliar. Ternyata, penjualan terus meningkat, hingga Minggu (21/11) pagi, jumlah yang terjual menjadi 449 unit dengan nilai Rp 248 miliar. Ia optimistis, hingga penutupan GIIAS 2021, target penjualan bisa menyentuh 500 unit.
 
Baca Juga:
Suzuki Karimun Wagon R Resmi Pensiun Di Indonesia
 
Menurut Yohanes, saat ini pertumbuhan ekonomi tak hanya didongkrak perkembangan proyek infrastruktur pemerintah, juga karena adanya peningkatan ecommerce. “Makanya kami optimistis hingga akhir tahun bisa meraih kenaikan penjualan 50 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya.
 
Belum lagi, saat GIIAS 2021, Isuzu meluncurkan wajah baru Isuzu D-Max dan MU-X 4x4. Dua produk ini bisa memenuhi sektor-sektor industri yang sedang tumbuh, baik perkebunan, pertambangan, hingga minyak dan gas.
 
Hal senada dikatakan CV Sales Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Andy Dwi Zatmoko. Ia yakin hingga akhir tahun ini penjualan kendaraan komersial Isuzu akan melonjak jika dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan, hingga akhir tahun ini, IAMI bisa menjual 25.600 unit kendaraan dengan perincian Isuzu Elf sekitar 12.000 unit, Giga 2.100 unit, dan pikap Traga sebesar 11.600 unit. Angka itu tumbuh sekitar 55% dari penjualan 2020 yang tercatat 16.500 unit.
 
 

Sektor Pertambangan dan Perkebunan Picu Kendaraan Niaga
Beberapa indikator pemicu pertumbuhan itu yakni, stabilnya nilai tukar Rupiah, kenaikan harga batubara, nikel, dan CPO. Lalu, meningkatnya indeks manufaktur atau Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia selama tiga bulan belakangan ini. Pada Agustus, PMI Indonesia di level 50, lalu naik menjadi level 52 pada September, dan Oktober 2021 menembus level 57,2. “Ini pertanda pergerakan manufaktur sangat tinggi,” ujar Andy.
 
Indikator lainnya, indeks harga konsumen (CPI) juga melampaui 100 poin, yang menunjukkan hal bagus. Pada Oktober 2021, CPI Indonesia mencapai 106,66 poin.
 
Fakta kepuasan konsumen pengguna kendaraan Isuzu untuk perusahaan diakui Presiden Direktur PT Petronesia Bennimel Benny Siagian saat ditemui seusai menerima penghargaan “Partner Keselamatan Berkendara” dari Isuzu di booth Isuzu di GIIAS 2021, Rabu pekan lalu.
 
Baca juga:
Intip Kabin Futuristik Mobil Konsep Lexus yang Meluncur 2030 Nanti
 
Benny memaparkan, pihaknya menggunakan truk Isuzu Giga sejak 2013. Ketika itu, Petronesia Bennimel mencoba 10 unit untuk project mereka di Chevron di Sumatera. “Ternyata, performanya bagus. Makanya jumlah truk Isuzu kami terus bertambah. Kini, total kendaraan yang kami operasikan hampir 400 unit dengan berbagai macam tipe, baik Giga, Elf, Traga, dan D-Max,” papar Benny. Saat di GIIAS 2021, PT Petronesia Bennimel juga menambah armada dengan membeli 50 unit truk Isuzu Giga.
 
Benny mengungkapkan, pihaknya memilih merek ini selain memiliki tenaga besar juga memenuhi faktor keselamatan berkendara. “Keselamatan itu nomor satu. Kelebihan merek ini adalah tenaga yang kuat, khusus Giga sebesar 285 PS, tertinggi di kelasnya,” kata dia.
 
Terkait konsumsi BBM, Benny mengakui truknya memiliki konsumsi bahan bakar yang irit. “Kami puas dengan efisiensi yang diberikan brand yang satu ini.”
 
Mengenai perbaikan kendaraan dan kesiapan suku cadang, pihaknya memiliki kontrak servis dan spare part dengan Isuzu. “Ini sangat mendukung operasional di lapangan,” ujar Benny.
 
(UDA)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif