Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, menendang pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis (ist)
Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, menendang pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis (ist)

Liga Indonesia

Buntut Insiden Fadly Alberto, I.League Janjikan Sanksi Tegas

Gregorius Gelino • 21 April 2026 10:23
Ringkasnya gini..
  • I.League mengecam keras aksi berbahaya yang dilakukan pemain Timnas U20, Fadly Alberto, dalam laga EPA Super League U20.
  • Ferry Paulus menegaskan bahwa EPA adalah fondasi sepak bola Indonesia, sehingga aspek perilaku dan nilai fair play harus menjadi prioritas utama.
  • PSSI dan I.League akan berkoordinasi dengan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas terhadap Fadly.
Jakarta: Operator Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026, I.League, mengecam keras insiden tindakan tidak sportif yang terjadi dalam pertandingan EPA Super League U20 antara Bhayangkara FC U20 dan Dewa United U20 pada Minggu, 19 April, di Stadion Citarum, Semarang. Insiden tersebut melibatkan pemain Timnas Indonesia U20, Fadly Alberto, yang melakukan tindakan berbahaya terhadap pemain lawan. 
 
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa federasi tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di lapangan. PSSI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut serta membuka kemungkinan adanya evaluasi terhadap perangkat pertandingan.
 
Sejalan dengan sikap tegas PSSI, operator kompetisi I.League menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, keselamatan, dan nilai sportivitas di seluruh level kompetisi usia muda. Direktur Utama I.League Ferry Paulus menekankan bahwa EPA Super League merupakan fondasi penting bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Baca juga: Firman Utina Kecam Aksi Kekerasan yang Melibatkan Pelatih Kiper Bhayangkara FC U-20

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus.

Baca juga: Pengamat Sepak Bola: Tak Ada Kompromi bagi Pelanggar Sportivitas, Termasuk Label Pemain Timnas

Ia juga menegaskan bahwa aspek pembinaan karakter menjadi tujuan utama kompetisi, termasuk penanaman nilai fair play bagi seluruh elemen pertandingan. Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa sistem penugasan perangkat pertandingan dalam EPA Super League juga dirancang untuk mendukung proses pembinaan tersebut.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," lanjutnya.
 
“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan.”

Baca juga: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Diduga Dipicu Ejekan Fisik

Ferry kembali menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi. Ferry juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim untuk menjunjung tinggi nilai fair play serta menjaga emosi selama pertandingan berlangsung.
 
“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.”
 
“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri.”

Baca juga: Viral! Tendangan Kungfu Nodai Laga Bhayangkara FC vs Dewa United di Liga 1 U20

I.League memastikan akan terus berkoordinasi dengan PSSI, Komite Disiplin, dan Komite Wasit untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan dalam pelaksanaan EPA Super League musim 2025/2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan