Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa federasi tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di lapangan. PSSI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut serta membuka kemungkinan adanya evaluasi terhadap perangkat pertandingan.
Sejalan dengan sikap tegas PSSI, operator kompetisi I.League menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, keselamatan, dan nilai sportivitas di seluruh level kompetisi usia muda. Direktur Utama I.League Ferry Paulus menekankan bahwa EPA Super League merupakan fondasi penting bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Baca juga: Firman Utina Kecam Aksi Kekerasan yang Melibatkan Pelatih Kiper Bhayangkara FC U-20
“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus.Baca juga: Pengamat Sepak Bola: Tak Ada Kompromi bagi Pelanggar Sportivitas, Termasuk Label Pemain Timnas
Ia juga menegaskan bahwa aspek pembinaan karakter menjadi tujuan utama kompetisi, termasuk penanaman nilai fair play bagi seluruh elemen pertandingan. Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa sistem penugasan perangkat pertandingan dalam EPA Super League juga dirancang untuk mendukung proses pembinaan tersebut.“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," lanjutnya.
“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan.”
Baca juga: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Diduga Dipicu Ejekan Fisik
Ferry kembali menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi. Ferry juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim untuk menjunjung tinggi nilai fair play serta menjaga emosi selama pertandingan berlangsung.“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.”
“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri.”
Baca juga: Viral! Tendangan Kungfu Nodai Laga Bhayangkara FC vs Dewa United di Liga 1 U20
I.League memastikan akan terus berkoordinasi dengan PSSI, Komite Disiplin, dan Komite Wasit untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan dalam pelaksanaan EPA Super League musim 2025/2026.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News