FSE sebut Piala Dunia 2026 sebuah kegagalan, FIFA dinilai terlalu utamakan bisnis. (Dok. FIFA)
FSE sebut Piala Dunia 2026 sebuah kegagalan, FIFA dinilai terlalu utamakan bisnis. (Dok. FIFA)

Piala Dunia 2026

Organisasi Suporter Eropa Kritik Keras FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 Gagal

Alfa Mandalika • 22 Juli 2026 07:45
Ringkasnya gini..
  • Football Supporters Europe (FSE) menilai Piala Dunia 2026 gagal memenuhi kepentingan suporter akibat dominasi kepentingan komersial dan minimnya transparansi FIFA.
  • FSE mengkritik tingginya harga tiket, sistem dynamic pricing, serta berbagai persoalan aksesibilitas yang dinilai merugikan suporter.
  • FSE juga mendesak reformasi tata kelola FIFA dan berjanji mengawasi persiapan Piala Dunia 2030 agar lebih berpihak kepada suporter.
Jakarta: Football Supporters Europe (FSE) mengkritik penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan menyebut turnamen tersebut gagal memenuhi kepentingan suporter. FSE menilai FIFA terlalu mengedepankan aspek komersial dan kurang transparan dalam penyelenggaraan ajang tersebut.
 
Dalam pernyataan resminya, FSE mendesak komunitas sepak bola internasional untuk meminta pertanggungjawaban jajaran pimpinan FIFA sekaligus mendorong reformasi tata kelola secara menyeluruh.
 
Organisasi yang menaungi kelompok suporter dari lebih dari 50 negara anggota UEFA itu juga menuntut agar kewenangan pengambilan keputusan dikembalikan kepada Dewan FIFA dan Kongres FIFA dengan melibatkan klub, liga, pemain, serta perwakilan suporter.
 

Kritik Harga Tiket dan Diskriminasi Akses


FSE turut menyoroti sejumlah kebijakan FIFA yang dinilai mengeksploitasi loyalitas pendukung demi kepentingan komersial. Organisasi tersebut mengkritik tingginya harga tiket, penerapan sistem dynamic pricing, serta maraknya praktik penjualan kembali tiket resmi.
 
Selain itu, FSE juga menilai penyelenggara gagal menyediakan fasilitas yang memadai, termasuk tidak adanya akses tiket pendamping gratis bagi penyandang disabilitas.
 
Persoalan aksesibilitas semakin diperburuk oleh kebijakan visa Pemerintah Amerika Serikat yang membatasi kedatangan sebagian suporter, jurnalis, hingga keluarga pemain dari sejumlah negara.

FSE menilai slogan "Piala Dunia untuk Semua" yang diusung FIFA tidak tercermin dalam pelaksanaan turnamen.
 

FIFA Dinilai Utamakan Bisnis


FSE juga mengecam pergeseran nilai-nilai dasar sepak bola yang dinilai semakin mengutamakan kepentingan komersial dan politik di bawah kepemimpinan FIFA.
 
FSE menyoroti jeda iklan yang dikemas sebagai water break, perpanjangan waktu istirahat babak pertama demi pertunjukan hiburan, hingga dugaan intervensi terhadap proses penegakan sanksi disiplin pemain. Praktik-praktik tersebut mencerminkan kemunduran dalam tata kelola turnamen.
 

FSE Awasi Piala Dunia 2030


Setelah menyuarakan mosi tidak percaya terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, FSE menyatakan akan mengalihkan fokus pengawasannya ke persiapan Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, Maroko, Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
 
FSE menegaskan bahwa penyelenggara edisi berikutnya harus mengedepankan kebijakan yang menjamin keamanan, aksesibilitas, serta perlindungan hak-hak suporter sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola.
 
(Ahmad Raul)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan