Kesedihan Neymar di laga final dini hari tadi memang cukup beralasan. Setidaknya, ada dua alasan kuat yang membuat Neymar tak kuasa menahan kesedihannya. Pertama, karena ia gagal membawa PSG merebut titel perdana di Liga Champions. Yang kedua, ia memiliki dua peluang emas di pertandingan tersebut, yang gagal dikonversinya menjadi gol.
Peluang pertama didapatnya pada menit ke-17 di mana tendangannya masih bisa digagalkan Manuel Neuer yang melakukan dua penyelamatan gemilang dalam satu momen.
Peluang emas kedua --dan terakhir--- didapat Neymar pada masa injury time. Menerima umpan Klyian Mbappe, tendangan Neymar gagal dibelokkan ke gawang oleh Jean-Eric Maxim Choupo-Moting yang berdiri di muka gawang.
Akibat kekalahan ini, PSG harus menunda mimpinya menjadi tim kedua asal Prancis yang sukses meraih titel Liga Champions. Sejauh ini, baru Olympique Marseille, wakil Prancis yang sukses jadi juara di kompetisi paling elite Eropa tersebut. Marseille jadi juara di musim 1992/1993 usai menaklukkan AC Milan 1-0 di final.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan