Fadli Zon Sebut Menyandingkan Prabowo-Anies Sekadar Wacana

Whisnu Mardiansyah 09 Juli 2018 11:59 WIB
univterbuka
Fadli Zon Sebut Menyandingkan Prabowo-Anies Sekadar Wacana
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon/MI/Susanto
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan komposisi menduetkan Prabowo Subianto-Anies Baswedan sekadar wacana. Belum ada pembahasan khusus di internal partai mengusung Gubernur DKI Jakarta itu.

"Belum pernah kitan dudukkan secara formal, baru sounding-sounding saja," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Fadli mengatakan partainya masih menggodok cawapres yang bakal mendampingi Prabowo. Semua nama masih mungkin dimasukkan maupun 'ditendang' dari daftar.


"Kita masih namanya kan menjajaki, supaya mencapai mufakat dan untuk mencapai mufakat semua pihak harus terlibat unutuk duduk bersama. Jadi terkait nama semuanya masih tentatif," jelas Wakil Ketua DPR itu.

Baca: Anies Anggap Tudingan Minta Restu Prabowo Hanya Dongeng

Fadli menjelaskan Partai Gerindra, PKS, dan PAN semakin solid. Gerindra kini mejajaki komunikasi dengan partai lain.

"Sekarang kan komunikasi dengan Demokrat, nanti kita tinggal duduk bersama untuk menentukan (cawapres)," beber dia.

Anies pun tak pernah gamblang menyatakan ingin maju. Ia selalu menyebut keputusan maju atau tidak dirinya tergantung partai pengusung. Ia menyerahkan semuanya kepada pimpinan Gerindra dan ketum masing-masing partai koalisi.

Baca: Sandiaga dan JK Bahas Anies Baswedan

Isu majunya Anies bukan barang baru. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bahkan mengakui pembahasan mengusung Anies didiskusikan hingga tingkat Wapres Jusuf Kalla (JK). Sandi mengungkap itu usai bertemu JK beberapa waktu lalu.

"Dia (JK) bilang, bagaimana Pak Prabowo sama Anies. Terus saya bilang kayaknya Anies masih fokus ya kerja di DKI. Kita nyaman kerja bersama," kata Sandiaga di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin, 7 Mei 2018.

Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu membantah pertemuan tersebut meminta restu JK agar Anies mendampingi Prabowo. Keduanya hanya berdiskusi soal pendamping Jokowi maupun Prabowo, tak khusus soal restu.



(OJE)