Lansia di Bandung menyaksikan peresmian Sekolah Lansia di Kantor Kecamatan Sukajadi, Jalan Sukamulya, Kota Bandung, Rabu, 5 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan
Lansia di Bandung menyaksikan peresmian Sekolah Lansia di Kantor Kecamatan Sukajadi, Jalan Sukamulya, Kota Bandung, Rabu, 5 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan

Negara Harus Memberi Rasa Aman terhadap Lansia

Anggi Tondi Martaon • 02 September 2020 21:22

Pemerintah diminta segera mengantisipasi sejumlah dampak demensia alzheimer. Dengan begitu, tidak ada peningkatan jumlah penderita demensi alzheimer di Indonesia.
 
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, Yuda Turana. Dia meminta Indonesia menggali pengalaman negara lain yang dianggap maju dalam penanganan alzheimer.
 
"Kita bisa belajar dari negara-negara maju dalam penanganan persoalan demensia alzheimer pada lansia," ujar Yuda.

Baca: Bank DKI Distribusikan 42.265 Kartu Lansia
 
Sementara itu, Ketua Asosiasi Psikogeriatri Indonesia Natalia Widiasih mengungkapkan lansia yang terkena demensia alzheimer amat rentan. Salah satunya terhadap kekerasan. 
 
"Sebanyak 15,7 persen lansia mendapat perlakuan kekerasan, mayoritas kekerasan fisik," kata Natalia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>