Ilustrasi televisi digital. Medcom.id
Ilustrasi televisi digital. Medcom.id

Transmisi Televisi Analog ke Digital Utamakan Kesetaraan

M Ilham Ramadhan • 29 November 2021 04:00
Jakarta: Televisi analog telah mengudara selama 60 tahun di Indonesia. Namun dalam waktu satu tahun, televisi analog hanya akan menjadi kenanagan.
 
Pemerintah memiliki target penyelesaian akhir program migrasi penyiaran televisi analog ke digital melalui analog switch off paling lambat 2 November 2022. Itu merujuk dari amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
 
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan meski proses peralihan TV analog ke digital sepenuhnya dilakukan secara business to business, pemerintah memastikan adanya level of playing field (kesetaraan) bagi seluruh pelaku industri penyiaran di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemerintah akan hadir di sana untuk menjaga ceiling dan floor pricing dari tarif, sehingga tidak membebankan dan mematikan. Itu yang akan dijaga. Formula itu berlaku bagi semua. Sehingga harus ada fair business di antara penyelenggara multiplexing dan pengguna kanal,” ujar Johnny dalam Economic Challanges Metro TV yang dikutip pada Minggu, 28 November 2021.
 
Johnny mengatakan perpindahan TV analog ke digital merupakan keniscayaan dan tak bisa ditolak. Pemerintah juga akan memastikan pemilik TV komunitas dan lokal turut bermigrasi ke digitalisasi. Kanal yang bisa digunakan TV komunitas dan lokal akan bersumber dari TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), dan 50 persen kanal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang ada di pemerintah.
 
Peranan pemerintah dalam rangka migrasi TV analog ke digital juga diupayakan tidak mematikan industri penyiaran yang ada di Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui ketentuan tarif penyediaan kanal.
 
“Sustainability industri itu kita jaga. Jangan semuanya mau bangun lalu killing fields. Kepada pengguna atau mitra nanti dari penyelenggara multiplexing, berapa tarifnya itu sudah ada formula yang ditetapkan dan itu sama,” ujar Johhny.
 
Baca: Menkominfo Minta Lembaga Penyiaran Siapkan Diri Migrasi Siaran Digital
 
Politikus Partai NasDem itu mengatakan penyelenggara multiplexing harus punya modal besar untuk membangun infrastruktur. "Ini bukan hanya spektrum saja, tapi ada investasi di sana,” ucap dia.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif