Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA (kiri) saat berdiskusi soal ekonomi sirkular/Dok Kemendagri.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA (kiri) saat berdiskusi soal ekonomi sirkular/Dok Kemendagri.

Kemendagri Dorong Ekonomi Sirkular untuk Pengelolaan Sampah

Nasional bali Sampah Daur Ulang Kemendagri pengelolaan sampah
M Sholahadhin Azhar • 18 April 2022 18:11
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong penerapan ekonomi sirkular untuk pengelolaan sampah. Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA mengatakan konsep tersebut berpedoman pada prinsip mengurangi sampah melalui optimalisasi kolaborasi stakeholder.
 
"Konsep ini untuk memulihkan perekonomian dan menjaga lingkungan secara bersama-sama," kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Senin, 18 April 2022.
 
Baca: Kemendagi Dorong Pengelolaan Sampah Berkonsep Kearifan Lokal

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, ekonomi sirkular membutuhkan kerja sama aktif pemerintah, swasta, akademisi, dan pemangku kepentingan lain. Model industri baru tersebut berfokus pada reducing, reusing, dan recycling untuk mengurangi konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.
 
Hal tersebut disampaikan Safrizal dalam Indonesia International Waste Expo (IIWAS) di Badung, Bali. Menurut Safrizal, pengenalan konsep ekonomi sirkular sekaligus mempersiapkan KTT G20 yang digelar di Bali.
 
“Untuk mengatasi sampah dalam konsep ekonomi sirkular. Namun, yang paling penting adalah pengelolaan sampah dengan mengedepankan pemilahan sampah dari sumbernya," kata Safrizal.
 
Dia juga mengingatkan masyarakat mengubah perilaku konsumtif untuk meningkatkan proses daur ulang dan menghindari membuang sampah sembarangan. Safrizal menyebut konsep ekonomi sirkular dengan kontribusi aktif pihak terkait dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.
 
“Dengan kata lain, ekonomi sirkular dapat dikatakan sebagai salah satu kendaraan yang dapat mendukung pencapaian dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals)," kata dia.
 
Di sisi lain, Safrizal juga membeberkan keuntungan ekonomi sirkular, salah satunya tambahan PDB Rp593-638 triliun pada 2020. Kemudian, mengurangi limbah 18-52 persen, mengurangi emisi CO2 126 juta ton, dan dan diproyeksikan mengurangi penggunaan air 6,3 miliar kubik pada 2030. 
 
"Ketiga, Indonesia akan mendapatkan keuntungan sosial dalam bentuk terciptanya lapangan pekerjaan sebanyak 4,4 juta pada tahun 2030," kata dia.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif