Talk Show The Power of Property Industry to Boost Economic Growth. (Foto: Medcom.id/ Anggi Tondi)
Talk Show The Power of Property Industry to Boost Economic Growth. (Foto: Medcom.id/ Anggi Tondi)

HUT ke-3, LMAN Bangun Kolaborasi Mengoptimalkan Aset Negara

Nasional lembaga manajemen aset negara (lman)
Anggi Tondi Martaon • 18 Desember 2018 11:55
Jakarta: Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menginjak usia ke-3. Perbaikan terus dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
 
Pada acara Property Outlook 2019 Talk Show The Power of Property Industry to Boost Economic Growth, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya mengikuti perubahan, khususnya era revolusi industri 4.0. Menurutnya, dibutuhkan peran aktif seluruh pihak agar bisa menjadi pemeran utama dalam pengelolaan properti.
 
"Khususnya bagi pengelolaan properti negara yang berbasis teknologi," kata Menkeu yang akrab disapa Ani, di Aula Dhanapala, Komplek Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan, salah satu hal yang perlu dilakukan ialah peningkatan sinergi antara pemerintah dan swasta. Kolaborasi tersebut bisa diwujudkan melalui kerja sama produktif dan berbagai inovasi.
 
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari. Menurutnya, peningkatan kolaborasi menjadi bahan perbaikan.
 
"Pada usia ketiga ini, LMAN belajar dari dua tahun sebelumnya bahwa ada satu hal yang coba kita tekankan, yaitu membangun komunitas dan kolaborasi sesama pemerhati dan penggarap aset negara," kata Rahayu, yang akrab disapa Puspa.
 
Maka tak heran, rangkaian HUT LMAN ke-3 yang terbagi ke dalam beberapa bagian, yaitu Property Class, The Aset Manager Competition dan Property Outlook 2019 Talk Show The Power of Property Industry to Boost Economic Growth, bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi.
 
"Kita mencoba berkolaborasi, saling sadar mengenai pentingnya mengoptimalkan aset negara," ucap Puspa.
 
HUT ke-3, LMAN Bangun Kolaborasi Mengoptimalkan Aset Negara
(Foto: Medcom.id/ Anggi Tondi)
 
Pada rangkaian perayaan HUT ke-3, LMAN mengadakan Property Outlook 2019 Talk Show The Power of Property Industry to Boost Economic Growth. Acara yang rencananya akan digelar setiap tahun itu diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, seperti pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mahasiswa, dan pemangku kepentingan.
 
Acara tersebut bermanfaat untuk pengembangan pengelolaan properti. Diharapkan, pelaku di sektor properti dapat memberikan pandangan mengenai potensi properti negara. "Khususnya bagi aset negara yang tersebar di seluruh Indonesia yang berpotensi untuk dimonetisasi oleh pihak swasta," kata Puspa.
 
Acara tersebut terbagi ke dalam tiga topik. Pertama, tren perkembangan properti tahun 2019 dari peluang, potensi, dan tantangan. Kedua, potensi properti pada era revolusi industri 4.0. Ketiga, isu internasional terkait asset recycle dan potensi mengoptimalkannya.
 
Semua topik dibahas dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya, yaitu Perwakilan Kementerian Perindustrian Sony Sulaksono, ekonom David Sumual, Managing Director Sinarmas Land Dhonie Raharjoe, Dirut LMAN Rahayu Puspasari, Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Head of Commerce Airy Rooms Indonesia Viko Gara.
 
Selain talk show, LMAN juga mengumumkan pemenang kompetisi The Aset Manager 2019. Menteri Keuangan bersama Dirjend Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata memberikan langsung penghargaan kepada pemenang.
 

Target LMAN pada 2019
 
HUT ke-3, LMAN Bangun Kolaborasi Mengoptimalkan Aset Negara
(Foto: Medcom.id/ Anggi Tondi)
 
Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mengoptimalkan aset negara. LMAN pun telah menetapkan target yang akan diselesaikan pada 2019.
 
Kata Puspa, ada beberapa target LMAN pada 2019 nanti. Pertama, fokus mengembangkan tematik projek. "Misal, kita ingin mendukung kebutuhan industri 4.0. Jadi Working space, werehousing kita akan gunakan untuk kepentingan tersebut," katanya.
 
Target selanjutnya yaitu mempercepat kawasan ekonomi khusus Lhokseumawe. Hal itu dilakukan agar perekonomian di daerah tersebut segera bangkit.
 
"Terakhir, kita ingin membangun market place. Jika sudah masuk ekonomi digital akan menjadi platform," ujarnya.
 
Puspa menyebutkan, butuh perjuangan mencapai target di atas. Dia mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari regulasi hingga kolaborasi berbagai pihak mencapai target yang telah ditetapkan. "Mudah-mudahan, 2019 sudah ada tahap yang jelas," ujarnya.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif