Pekan Budaya Indonesia Meningkatkan Perekonomian di Palu
Pengunjung mengamati berbagai karya seni dan permainan tradisional di Taman Budaya Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (24/9/2017). Antara Foto/Mohamad Hamzah/aww/17.
medcom.id, Palu: Wali Kota Palu Hidayat mengapresiasi pelaksanaan Pekan Budaya Indonesia (PBI) ke-3 dan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) pada 22-27 September. Dari acara ini, ia yakin masyarakat tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia, mengetahui bahwa Palu salah satu destinasi wisata.

Kota Palu punya beragam keseniaan dan kebudayaan. Hidayat mengatakan, visi Pemerintah Kota Palu adalah menjadikan Palu berbudaya dan beradat di landasi iman dan takwa serta menjadi destinasi wisata dan ekonomi kreatif.

“Dengan adanya pesona Palu Nomoni dan Pekan Budaya Indonesia, ini merupakan salah satu aspek dari pada visi Pemerintah Kota Palu lima tahun ke depan," kata Hidayat.

Hidayat menyampaikan, penyelenggaraan PBI yang bersamaan dengan FPPN, sangat meningkat perekonomian di Kota Palu. Dampaknya tak hanya dirasakan pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tapi juga terhadap pengelola hotel, restoran.

"Setiap malamnya, UMKM yang berada di kawasan Kampung Kaili, mampu meraup untung Rp1 juta. Kusir andong yang setiap hari hanya berpenghasilan Rp75 ribu, berkat adanya festival ini mampu mengantongi Rp750 ribu per hari," jelasnya.

(TRK)