Dialog Nasional Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi (Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
Dialog Nasional Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi (Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Revitalisasi Persatuan Bangsa Melalui Dialog Nasional di Pekan Budaya Indonesia III

Nasional
Anindya Legia Putri • 27 September 2017 19:44
medcom.id, Palu: Ajang Pekan Budaya Indonesia III yang digelar berbarengan dengan Festival Pesona Palu Nomoni di Palu, Sulawesi Tengah, 22-27 September 2017, memiliki agenda penting.
 
Agenda penting itu ialah Dialog Nasional Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, yang mengangkat tema Revitalisasi Nilai-nilai Budaya Bangsa dalam Rangka Ketuhanan Negara Kesatuan RI.
 
Dialog dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari unsur organisasi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, Komunitas Adat dan Tradisi, Lembaga Adat, Raja dan Sultan se-Nusantara, organisasi keagamaan, ketua adat, pemerintah, akademisi, dan budayawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acara Dialog Nasional Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, dibuka pada 25 September 2017, dan berlangsung hingga 28 September 2017. Turut hadir pada acara pembukaan, Wali Kota Palu, Gubernur Sulawesi Tengah, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Agum Gumelar, dan tokoh lainnya.
 
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan, tujuan diselenggarakannya dialog adalah untuk meningkatkan peran dan fungsi nilai-nilai budaya dalam pembangunan karakter bangsa, memantapkan persatuan dan kesatuan di antara umat Berketuhanan Yang Maha Esa dalam upaya membangun peradaban bangsa.
 
Revitalisasi Persatuan Bangsa Melalui Dialog Nasional di Pekan Budaya Indonesia III
(Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
 
Selain itu, dialog juga dimaksudkan untuk meningkatkan dan menguatkan partisipasi dan kapasitas organisasi penghayat, komunitas adat, raja dan sultan se-nusantara, serta organisasi masyarakat keagamaan. Dan juga meningkatkan eksistensi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, komunitas adat, raja dan sultan se-Nusantara, serta organisasi masyarakat keagamaan dalam pelestarian nilai-nilai luhur bangsa.
 
"Dialog ini sangat penting. Karena diharapkan mampu menghasilkan rumusan dan rekomendasi mengenai peran dan partisipasi masyarakat penghayat kepercayaan teehadap Tuhan yang Maha Esa, Komunitas Adat dan Keraton, serta organisasi kemasyarakatan dalam membangun karakter dan jati diri bangsa menuju bangsa yang adil, makmur dan bermartabat dan sejahtera dengan dilandasi nilai-nilai kearifan lokal yang berbudi pekerti luhur," ucap Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.
 
Revitalisasi Persatuan Bangsa Melalui Dialog Nasional di Pekan Budaya Indonesia III
(Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)
 
Senada dengan Hilmar, Wali Kota Palu Hidayat berharap Dialog Nasional Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, dapat dilakukan berkesinambungan, sehingga budaya tradisi yang sudah diwariskanoleh nenek moyang dapat dilestarikan dan tidak hilang terkikis zaman.
 
"Berangkat dari situasi bangsa Indonesia saat ini, kalau kita lihat hubungan manusia saat ini tengah terganggu karena berbagai isu. Oleh karena itu, kita harap dialog nasional ini dapat memberikan hasil terbaik untuk bangsa Indonesia," ujar Hidayat.
 
Hasil dialog nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. "Kita harap dengan dialog ini terdapat penguatan para tokoh informal, lembaga adat, tokoh agama dan lainnya. Karena kami melihat peran dari masing-masing pihak sudah mulai hilang di masyarakat," ucap Hidayat.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif