Pameran seni dan tradisi di Taman Budaya Palu pada ajang Pekan Budaya Indonesia III dan Festival Pesona Palu Nomoni 2017 (Foto:Antara/Mohamad Hamzah)
Pameran seni dan tradisi di Taman Budaya Palu pada ajang Pekan Budaya Indonesia III dan Festival Pesona Palu Nomoni 2017 (Foto:Antara/Mohamad Hamzah)

Pekan Budaya Indonesia dan Festival Pesona Palu Nomoni 2017, Resmi Ditutup

Nasional
Anindya Legia Putri • 28 September 2017 15:47
medcom.id, Palu: Perhelatan akbar Pekan Budaya Indonesia (PBI) III dan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2017, resmi ditutup oleh Gubernur Sulawesi Tengah, yang diwakili oleh Sekda Sulteng Hidayat Lamakarate, dan Wali Kota Palu Hidayat.
 
Prosesi penutupan acara berlangsung di Panggung Utama Anjungan Palu Nomoni yang terletak di area Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 27 September 2017 malam.
 
Penutupan festival ini sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai 22 September hingga 27 September 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sambutannya, Wali Kota Palu Hidayat menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kegiatan, komunitas adat, masyarakat Palu, dan pihak-pihak lainnya yang telah membantu berlangsungnya festival PBI-FPPN 2017 dengan baik. Termasuk memberikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar).
 
"Semoga Kemendikbud masih bermurah hati Pekan Budaya Indonesia diadakan lagi di Palu. Dan kami atas nama masyarakat Palu mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang mengambil bagian dan membuka secara resmi Festival Pesona Palu Nomoni 2017. Ke depannya dari tagline 'Nomoni' kita buktikan kepada Indonesia, Palu pantas disebut sebagai Mutiara Khatulistiwa,” ucapnya.
 
Hidayat berjanji, soki-soki atau rumah adat kecil yang terletak di Kampung Kaili akan terus dipertahankan sebagai sarana edukasi, pembelajaran sejarah dari masa ke masa, area kuliner tradisional khas Palu serta dimanfaatkan sebagai edukasi melawan narkoba dan korupsi.
 
"Kampung Kaili menjadi primadona di Festival Pesona Palu Nomoni 2017. Kampung ini akan kami pertahankan sehingga masyarakat Palu dapat belajar edukasi di dalamnya," ujar Hidayat.
 
Penyelenggaraan PBI di Palu yang berbarengan dengan ajang FPPN, Hidayat menyebutkan, perekonomian Kota Palu meningkat signifikan. Dampaknya tak hanya dirasakan oleh pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tapi juga pengelola hotel, restoran, serta pedagang kaki lima dan kusir andong.
 
"Setiap malamnya, UMKM yang berada di kawasan Kampung Kaili, mampu meraup untung Rp1 juta. Tak hanya itu, kusir Andong yang setiap hari hanya berpenghasilan Rp75 ribu, berkat adanya festival ini mampu mengantongi Rp750 ribu per hari," kata dia.
 
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan komunitas adat, penghayat kepercayaan, perwakilan para raja yang tergabung dalam MARS Indonesia, membacakan hasil deklarasi Dialog Nasional bertema "Revitalisasi Nilai-nilai Budaya Bangsa Dalam Rangka Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," yang berlangsung di Palu, 25-28 September 2017.
 
Acara penutupan PBI-FPPN 2017 pun semakin meriah dengan penampilan kesenian khas Palu Teku-Teku Tombilo, Kolaborasi Musik Etnik Nusantara bersama Gilang Ramadhan, persembahan tarian khas Kerajaan Pahiyang Malaysia, serta aksi panggung Band Ungu, Iis Dahlia, dan Nassar.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif