Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Menelisik Penyebab Remaja Pembunuh Anak di Jakpus

Nasional pembunuhan Rangkuman Nasional
Whisnu Mardiansyah • 12 Maret 2020 23:19
Jakarta: Awal bulan ini Ibu Kota dikagetkan dengan peristiwa pembunuhan APA, seorang anak berusia lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pelakunya NF, 15, masih kategori anak di bawah umur teman sepermainan korban.
 
Polisi masih berupaya menelisik motif pelaku yang secara sadar membunuh korban. Kepala Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Said Sukamto Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Simy Hastry menilai ada yang tidak wajar dengan kepribadian pelaku. Pelaku sama sekali tidak menyesali perbuatannya.
 
"Biasanya pelaku-pelaku ini intelektualnya tinggi, pengalaman saya itu dari kasus-kasus yang saya tangani, anak-anak ini memang cerdas," kata Hastry di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbagai lembaga dan instansi mulai dari Kementerian Sosial, Komisi Nasional Anak Perlindungan Anak turun tangan menanggapi kasus ini. Mulai dari pendampingan selama manjalani proses hukum dan menelaah penyebab pelaku tega melakukan aksi sadisnya membunuh korban.
 
Berikut faktor-faktor yang diduga melatarbelakangi pelaku dengan keji membunuh korbannya:

1. Faktor Tontonan Berbau Kekerasan

Aksi keji pelaku diketahui terinspirasi dari sebuah film dengan adegan kekerasan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, NF mengaku terobsesi membunuh seseorang akibat film yang ditontonnya. NF pun membunuh teman mainnya dengan cara ditenggelamkan ke bak mandi hingga lemas. Menurut Heru, pola itu persis adegan sebuah film yang ditonton NF.
 
"Pengakuan dari seorang NF dia melakukan dengan kesadaran dan dia terinspirasi oleh film," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020.
 
Baca:Pemicu Perilaku Sadistis NF Tak berdiri Sendiri
 
Heru mengatakan, korban diikat menggunakan tali. Pelaku kemudian berencana membuang jasad korban. Namun, urung dilakukan karena hari sudah sore dan akhirnya korban disimpan dalam lemari.
 
NF diketahui menyukai film Child's Play 1 yang tayang perdana pada 1988. Film itu berisikan aksi boneka pembunuh, Chucky.

2. Faktor Lingkungan

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait
menilai tidak ada faktor dominan NF nekat membunuh. Ada beberapa faktor mulai dari pola asuh yang salah dan kegemarannya pada hal-hal yang berbau kekerasan.
 
Menurut dia, dari konsumsi gawai dan media daring seperti YouTube, NF menonton video berbau kekerasan. NF juga membaca novel dan mendengarkan musik yang mengarah ke kekerasan.
 
Baca:Remaja Pembunuh Bocah Minta Tak Dihukum Berat
 
Menelisik Penyebab Remaja Pembunuh Anak di Jakpus

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan di Mapolda Metro Jaya/Medcom.id/Siti Yona
 
Pembunuhan itu pun turut dipengaruhi beberapa faktor. Misalnya hobi memainkan gim daring (game online), pengaruh lingkungan. Selain itu, kurangnya pengawasan orangtua dan NF sebagai korban perundungan turut berpengaruh.
 
"Bisa juga rumah, lingkungan sosial anak itu juga berkontribusi membuat anak menjadi perilaku seperti ini," kata Arist di RS Polri Kramat Jati,Kamis, 12 Maret 2020.
 
Arist menerangkan NF sudah menarik diri dari lingkungan sosial. Hal ini menjadi ciri ketergantungan gawai yang dapat merusak mental dan jiwa seseorang.
 
"Ini perlu mendapat perhatian karena dia bisa memunculkan kesendirian dengan menyakiti diri sendiri. Jadi apa yang kami dengar tadi akan kami jelaskan pada pihak kepolisian," imbuh dia.

3. Polisi Menyelidiki Kejiwaan Pelaku

NF sendiri kini diobservasi di Rumah Sakit (RS) Polri R Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemeriksaan psikologis untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku hingga membunuh teman mainnya.
 
Proses observasi berlangsung selama 14 hari. Pihaknya perlu mencari kesimpulan apakah NF mengalami gangguan jiwa atau tidak.
 
Menelisik Penyebab Remaja Pembunuh Anak di Jakpus
Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Said Sukamto Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Simy Hastry. Medcom.id/Zaenal Arifin
 
"Apakah berkaitan dengan masalah tindakannya, apakah memenuhi tanggung jawab terhadap kasus yang dialami, apakah ada gejala psikopatologi," kata Kepala Tim Dokter Kejiwaan RS Polri Kramat Jati, Henny Riana, di RS Polri Kramat Jati, Senin, 9 Maret 2020.
 
Baca:Pelaku Kejahatan Anak Memiliki Kecerdasan Tinggi
 
Hastry menuturkan pemeriksaan kejiwaan dilakukan lantaran polisi banyak menemukan hal tidak wajar di kasus ini. Salah satunya, pelaku tidak menyesali perbuatannya.
 
Polisi juga menemukan beberapa gambar yang menceritakan kekerasan dan pembunuhan. Gambar-gambar tersebut terinspirasi dari film horor dan kekerasan yang menjadi kesukaan pelaku.
 
Peristiwa terjadi pada Kamis, 5 Maret 2020 di rumah pelaku, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. NF membunuh APA dengan cara ditenggelamkan ke bak mandi hingga lemas.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif